Perkuat Sinergi Pencegahan Kekerasan, DP3AP2KB Dorong Peran Masyarakat

  • 10 Agt 2026 13:42 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Pertemuan Koordinasi dan Kerja Sama Lintas Sektor serta Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), anak berhadapan dengan hukum (ABH), serta perkawinan anak. Kegiatan tersebut diikuti oleh perangkat daerah terkait, perwakilan kecamatan, desa, kelurahan, serta Forum Anak Daerah (FAD) se-Kabupaten Gianyar.

Hal tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gianyar meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan keluarga dan masyarakat yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak. Kepala DP3AP2KB Kabupaten Gianyar melalui Kepala Bidang Perlindungan Anak Anak Agung Sri Sruti Sundari, menyampaikan anak merupakan potensi penting sekaligus generasi penerus bangsa yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Karena itu, pemenuhan hak dan perlindungan anak perlu menjadi perhatian bersama. “Adapun kegiatan pada hari ini bertujuan mensosialisasikan program Kabupaten Layak Anak dan membangun sinergi antara pemerintah daerah dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak-anak di tingkat desa maupun kelurahan,” ujarnya.

Dalam pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA), Kabupaten Gianyar pada tahun 2024 telah meraih predikat Nindya. Untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi, masih terdapat dua jenjang yang harus diraih, yakni Utama dan Kabupaten Layak Anak.

Lebih lanjut, Agung Sri menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang mendukung tumbuh kembang anak. Nilai gotong royong, saling membantu, menjaga keamanan lingkungan, serta penanaman nilai luhur dan moral dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak.

Masyarakat dan aparat di tingkat desa juga didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai KLA dalam kegiatan kemasyarakatan, menyosialisasikan KLA kepada masyarakat desa adat, turut mengawasi dan melaporkan apabila terdapat kasus kekerasan terhadap anak, serta mendorong anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang positif. “Kegiatan pemberdayaan dan penggerakan masyarakat hari ini menjadi sangat strategis karena bertujuan untuk menyatukan langkah, menyamakan persepsi, serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa maupun kabupaten dalam mencegah kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap terbangun komitmen bersama yang semakin kuat dalam mewujudkan Kabupaten Gianyar Layak Anak. Peran aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menjadikan desa sebagai ruang tumbuh yang aman bagi anak sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap anak dan menyediakan ruang positif bagi tumbuh kembang mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....