Satu Tekad Lima Pilar, Denpasar Bersiap Jadi Kota Layak Anak
- 07 Agt 2026 21:13 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Bali,Lilik Ismurtono Santoso menegaskan pentingnya penguatan sinergi lima pilar perlindungan anak, guna mendukung Kota Denpasar mempertahankan predikat Kota Layak Anak kategori Utama. Pernyataan tersebut ia sampaikan langsung ketika menjadi narasumber dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Jum’at 31 Juli 2026.
Ismurtono Santoso mengungkapkan, skema kolaborasi tersebut dirancang untuk merespons berbagai dinamika sosial, yang kerap mengancam keselamatan fisik dan mental anak. Lima pilar utama yang memegang peranan krusial dalam ekosistem perlindungan anak mencakup keluarga, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, serta media massa.
Kolaborasi harmonis dari kelima unsur ini, dinilai mampu menciptakan lingkungan tinggal yang aman dan ramah bagi perkembangan anak-anak. "Keluarga bertindak sebagai benteng utama pengasuhan, sementara dunia usaha dan media massa, wajib menyediakan produk serta konten informasi yang aman bagi anak," ujar Ismurtono Santoso.
Pilar dunia usaha diharapkan tidak sekadar menyalurkan dana bantuan sosial, melainkan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi para orang tua pekerja. Sementara itu, media massa bertugas menyajikan siaran berita, yang edukatif dan terbebas dari paparan kekerasan visual maupun informasi merusak.
Ismurtono Santoso menambahkan, Kota Denpasar dipandang memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan nasional, dalam mewujudkan daerah yang sepenuhnya berpihak pada hak-hak anak. Pembentukan lembaga pengawasan di tingkat daerah, dinilai akan makin memperkuat pemantauan regulasi yang telah diterbitkan oleh pemerintah kota.
Ismurtono Santoso pun mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk berperan aktif mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui pemenuhan hak anak. "Mari kita tingkatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, demi menghadirkan senyum dan masa depan cerah bagi anak-anak Indonesia," tutup Ismurtono Santoso.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....