Pemprov Bali Siapkan Ribuan Kuota Program Satu Keluarga Satu Sarjana

  • 05 Agt 2026 10:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali menunjukkan komitmen serius mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Bali unggul dengan akses pendidikan tinggi yang merata. Komitmen tersebut direalisasikan dengan keberlanjutan program Satu Keluarga Satu Sarjana yang tahun ini kuota pesertanya meningkat dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu kuota program Satu Keluarga Satu Sarjana sekitar 1.450 orang, tahun ini Pemprov menyiapkan 2.500 kuota dengan prioritas masyarakat kurang mampu Desil 1 hingga Desil 4 dan ber-KTP Bali.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali I Gusti Ngurah Made Sinar Darma Yasa dikonfirmasi RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan untuk program prioritas ini, Pemerintah memfasilitasi biaya pendaftaran, uang pangkal atau gedung, serta pembebasan SPP/UKT hingga 8 semester. Selain itu, disediakan juga dukungan biaya hidup bagi mahasiswa yang lolos seleksi sesuai wilayah kampus.

Ia menjelaskan, program prioritas ini didukung alokasi anggaran sekitar Rp 41 miliar untuk akses pendidikan tinggi yang merata dan berkualitas. “Untuk tahun ini Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan 2 ribu 500 kuota untuk program Satu Keluarga Satu Sarjana. Kuota ini meningkat dari tahun sebelumnya dengan alokasi anggaran sekitar Rp 41 miliar untuk akses pendidikan tinggi yang merata,” ujarnya.

Sinar Darma Yasa mengatakan, untuk suksesi program ini, Pemprov menggandeng 29 Perguruan Tinggi terdiri dari 8 Perguruan Tinggi Negeri dan 21 Perguruan Tinggi Swasta di Bali. Ia mengakui, program ini masih menghadapi sejumlah kendala salah satunya minat masyarakat untuk mengikuti program ini dimana tidak sedikit siswa lulusan SMA/SMK dari keluarga kurang mampu lebih memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan tinggi.

Terbukti, tahun lalu dari kuota seribu 450, yang mendaftar hanya kurang lebih 500 peserta. Sedangkan tahun ini dari 2 ribu 500 kuota, peserta yang mendaftar baru sekitar 414 orang. “Program ini sangat bagus, jadi masyarakat yang memamang memenuhi syarat ayo manfaatkan program Satu Keluarga Satu Sarjana untuk mendapatkan fasilitas pendidikan tinggi meningkatkan kiualitas diri melalui pendidikan yang muaranya untuk kesejahteraan hidup,” tuturnya.

Kendati menghadapi sejumlah kendala, Pemerintah Provinsi Bali tidak patah arang untuk mewujudkan SDM Bali Unggul melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana. Program ini diyakini akan menjadi katalisator pembangunan berkelanjutan.

Pendidikan yang berkualitas akan mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia yang mampu berpikir kritis, berwawasan dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....