Bawaslu Bali Jadikan Sekolah Kawah Candradimuka Pengawas Demokrasi Muda
- 05 Agt 2026 07:02 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Tantangan demokrasi ke depan tidak hanya terletak pada tingginya angka partisipasi pemilih, tetapi juga pada kemampuan generasi muda membangun budaya politik yang kritis, berintegritas, dan berani mengawal setiap proses demokrasi. Berangkat dari pemikiran tersebut, Bawaslu Bali menghadirkan program TAKSU (Transformasi Anak Muda Kawal Demokrasi dan Pemilu) Volume III sebagai ruang pembelajaran bagi pemilih pemula untuk memahami demokrasi secara lebih utuh.
Program tersebut disosialisasikan kepada para siswa SMK Saraswati 1 Denpasar, Senin 3 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif sejak lingkungan pendidikan. Melalui TAKSU, Bawaslu Bali ingin membangun kesadaran bahwa generasi muda bukan sekadar kelompok yang akan menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029, tetapi juga aktor penting yang menentukan kualitas demokrasi Indonesia.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, mengatakan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada lembaga penyelenggara. Demokrasi yang sehat membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda yang akan menjadi pemilih dominan pada pemilu mendatang.
"Melalui TAKSU kami ingin mengubah cara pandang anak muda terhadap demokrasi. Mereka bukan hanya datang ke TPS untuk memberikan suara, tetapi juga memiliki keberanian mengawasi, mengingatkan, dan menjaga agar seluruh proses pemilu berjalan sesuai prinsip demokrasi yang jujur dan adil," ujar Ariyani.
Menurutnya, pengawasan partisipatif dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari mengenali potensi pelanggaran pemilu, menolak politik uang, hingga berani menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran. Di hadapan para siswa, Ariyani mengajak peserta memandang demokrasi sebagai tanggung jawab bersama.
Ia menegaskan bahwa sikap apatis hanya akan membuka ruang bagi praktik-praktik yang mencederai integritas pemilu. "Kalau yang salah terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada hasil pemilu, tetapi juga terhadap kualitas kepemimpinan yang akan menentukan arah pembangunan ke depan. Karena itu anak muda harus berani peduli," katanya.
Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya partisipasi politik, Bawaslu Bali juga membekali para siswa dengan pengetahuan dasar tentang kepemiluan, mulai dari tata cara menggunakan hak pilih secara benar, prosedur memilih di luar domisili, hingga prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil) sebagai fondasi penyelenggaraan pemilu yang demokratis. Kepala SMK Saraswati 1 Denpasar, Gek Ayu Hendrastuti, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program TAKSU di sekolah yang dipimpinnya.
Menurutnya, pendidikan demokrasi menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sebagai warga negara. "Kami menyambut baik program ini dan siap terus bersinergi dengan Bawaslu Bali. Sekolah memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap demokrasi dan kehidupan berbangsa," ujarnya.
Salah seorang peserta, Syrene, mengaku materi yang disampaikan memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab sekaligus berpartisipasi dalam mengawasi jalannya pemilu. "Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi kami. Bekal yang kami terima hari ini akan menjadi pegangan ketika kami menjadi pemilih pada 2029 nanti. Kami juga semakin memahami bahwa generasi muda dapat ikut mengawasi dan menjaga demokrasi," katanya.
Melalui program TAKSU, Bawaslu Bali berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami prosedur pemilu, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa demokrasi merupakan ruang yang harus dijaga bersama. Sebab, kualitas demokrasi pada masa depan akan sangat ditentukan oleh sejauh mana generasi muda bersedia mengambil peran, bukan hanya sebagai pemilih, melainkan juga sebagai pengawas yang aktif, kritis, dan berintegritas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....