BNN Bali Perkuat Pencegahan Hadapi Ancaman Peredaran Narkoba
- 05 Agt 2026 07:11 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Peredaran narkoba di Bali masih menjadi ancaman serius yang memerlukan perhatian seluruh elemen masyarakat. Selain meningkatnya pengungkapan kasus, Bali juga mulai menjadi sasaran jaringan narkotika sebagai lokasi produksi. Koordinator Bidang Pencegahan BNN Provinsi Bali, I Putu Soni Kurniawan, mengatakan berdasarkan hasil survei BNN RI bersama BPS dan BRIN pada 2026, prevalensi penyalahgunaan narkoba secara nasional mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,1 juta jiwa.
Meski Bali belum memiliki survei khusus, tren kasus yang berhasil diungkap menunjukkan ancaman narkoba di Pulau Dewata masih cukup tinggi. "Pada 2025, pengungkapan kasus narkotika terbanyak terjadi di Denpasar sebanyak 571 kasus, disusul Badung 114 kasus dan Buleleng 98 kasus. Kondisi ini menunjukkan Bali tidak hanya menjadi pasar bagi peredaran narkoba, tetapi juga mulai dijadikan lokasi produksi dengan ditemukannya beberapa laboratorium narkoba di sejumlah wilayah," kata Soni.
Untuk menekan peredaran narkoba, BNN Provinsi Bali menjalankan berbagai strategi yang mengacu pada kebijakan BNN RI. Langkah tersebut meliputi penguatan kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, hingga sektor swasta agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara bersama-sama. Program pencegahan juga diwujudkan melalui Ananda Bersinar yang menyasar peserta didik dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi, Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN), serta Desa Bersinar.
Melalui program tersebut, masyarakat didorong membangun ketahanan terhadap bahaya narkoba sekaligus memperkuat upaya rehabilitasi berbasis komunitas. BNN Provinsi Bali juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di lingkungan sekitarnya.
Menurut Soni, peran keluarga, sekolah, desa, dan masyarakat menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika. "Jangan pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun. Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan karena pemberantasan narkoba bukan hanya tugas BNN, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama," ucapnya.
BNN Provinsi Bali berharap sinergi seluruh elemen masyarakat dapat mempersempit ruang gerak jaringan narkoba sehingga Bali tetap menjadi daerah yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....