Belasan Ribu Telur Penyu Lekang Masih dalam Proses Penetasan di Pantai Kuta
- 03 Agt 2026 08:27 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung – Sekitar 15 ribu telur penyu lekang masih menjalani penetasan semi alami di Kuta Beach Sea Turtle Conservation Center (KBSTCC), Pantai Kuta. Telur-telur tersebut memerlukan waktu sekitar 46 hingga 60 hari untuk menetas sebelum tukiknya dilepas kembali ke habitat alaminya.
Pendiri Kuta Beach Sea Turtle Conservation Center (KBSTCC), I Gusti Ngurah Tresna atau yang akrab disapa Mr. Turtle, mengatakan saat ini sekitar 15 ribu telur penyu lekang masih berada di lokasi penetasan semi alami. Telur-telur tersebut direlokasi dari pantai ke lokasi penetasan semi alami sebagai upaya penyelamatan agar peluang menetas lebih tinggi sebelum tukik dilepas kembali ke laut.
"Masih banyak, sekitar lagi 15 ribuan ada. Masih di sana, di tempat penetasannya, kita adakan semi alami. Kan bertelur, hidupnya bertelur di pantai, kita relokasi, kita selamatkan, kita pakai program semi alami," ujar I Gusti Ngurah Tresna.
Tresna menjelaskan telur penyu lekang memerlukan waktu sekitar 46 hingga 60 hari untuk menetas. Waktu penetasan setiap telur berbeda karena bergantung pada waktu penyu bertelur, sehingga proses penetasan berlangsung secara bertahap.
"Ini kan tergantung dengan dia bertelur, estimasi netasnya dia kan 46 hari sampai 60 hari. Ini ada lagi, mungkin besok atau lusa ada lagi netas, karena tergantung dengan dia bertelurnya," kata I Gusti Ngurah Tresna.

Ia menambahkan pelepasan tukik dilakukan menyesuaikan jumlah telur yang berhasil menetas setiap hari. Dengan cara tersebut, tukik yang baru menetas dapat segera dikembalikan ke habitat alaminya tanpa menunggu seluruh telur selesai menetas.
"Itu kita program rilisnya tergantung dengan netasnya. Netas 100 kita lepas 100, netas 500 kita lepas 500, itu tergantung dengan netasnya. Hari ini 400 ekor," ujar I Gusti Ngurah Tresna.
Pelepasan tukik juga melibatkan wisatawan sebagai bagian dari edukasi konservasi. Dalam setiap kegiatan pelepasan, peserta diarahkan mengikuti aturan, termasuk tidak memegang tukik agar proses kembali ke habitat alaminya tetap berlangsung secara alami.

Pusat Konservasi Penyu Pantai Kuta telah menjalankan program konservasi penyu selama 26 tahun di kawasan Pantai Kuta, Leian, dan Seminyak. Melalui penetasan semi alami, tukik yang berhasil menetas kemudian dilepas kembali ke habitat alaminya sebagai bagian dari upaya pelestarian penyu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....