Ubur-ubur Blue Bottle Blooming di Perairan Bali, Masyarakat Diminta Waspada

  • 31 Jul 2026 15:14 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Munculnya ubur - ubur jenis blue bottle atau Physalia utriculus yang terdampar di beberapa titik bibir pantai sepanjang pesisir Sanur dibenarkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali. Kemunculan ubur - ubur lateng layar itu mengharuskan masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat bermain ke pantai, meski terlihat unik tentakelnya dilengkapi sel penyengat beracun.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Ir. I Putu Sumardiana dikonfirmasi RRI.CO.ID di Denpasar, Jumat 31 Juli 2026 mengatakan, kemunculan ubur – ubur lateng layar merupakan fenomena siklus tahunan akibat perubahan pola cuaca dan angin musiman. Biasanya terjadi pada rentang Juni hingga September, ketika angin dan arus laut membawa kawanan biota laut lepas ini menuju pesisir.

Ubur-ubur ini mudah dikenali dari gelembung transparan berwarna kebiruan dengan tentakel panjang sel penyengat beracun. Sumardina menjelaskan, sengatan ubur - ubur tidak bisa dianggap sepele karena bisa menimbulkan berbagai keluhan kesehatan seperti rasa gatal, bengkak, dan nyeri yang bisa bertahan dua hingga tiga hari.

Pada kasus reaksi alergi berat, bisa memicu mual, demam, hingga sesak napas. "Iya benar sekali beberapa hari belakangan ini muncul fenomena ubur - ubur Blue Bottle atau kita sering menyebut ubur - ubur lateng layar di perairan Bali. Kita mendapat laporan banyak muncuk di panatai Sanur ya. Ini genomena tahunan namun harus tetap diwaspadai masyarakat, jangan menyentuh ubur - ubur ini baik saat di perairan maupun yang terdampar di pantai karena teta beracun," ujar Sumardiana.

Sumardiana mengingatkan, masyarakat maupun wisatawan agar tidak menyentuh ubur-ubur lateng layar, baik yang masih berada di perairan maupun yang telah terdampar di pantai. Lantaran, tentakel ubur - ubur tersebut tetap dapat menyengat walaupun biota laut itu sudah mati.

Jika terjadi sengatan, korban dianjurkan segera membilas bagian tubuh yang terkena menggunakan air laut dan mendatangi pos Balawista atau petugas BPBD terdekat untuk mendapatkan penanganan pertama. "Fenomena ini iasanya muncul antara bulan Juni hingga September. Pastikan tetap aman bermain dipantai, walaupun ubur - uburnya terlihat unik namun harus tetap waspada, tutur Sumardina.

Kemunculan biota laut ubur – ubur Blue Bottle dalam jumlah banyak merupakan fenomena alam yang rutin terjadi pada pertengahan tahun. Masyarakat diharapkan dapat menikmati aktivitas di kawasan pantai dengan aman dan tetap meningkatkan kewaspadaan selama fenomena kemunculan ubur - ubur lateng layar masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....