Kemendiktisaintek Perkuat UMKM Loloh Cem-cem Desa Penglipuran Melalui Teknologi
- 31 Jul 2026 15:26 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Bangli - Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 memberikan pendanaan penuh dalam pelaksanaan program “Penguatan Kapasitas Produksi Loloh Cem-Cem IRT Merta Sari Melalui Adopsi Teknologi Penyimpanan Sari (Ibu Kunil) Daun Cem-Cem dan Diversifikasi Produk Bernilai Tambah di Desa Wisata Penglipuran, Kecamatan Bangli". Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdian dari Universitas Udayana sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha mikro berbasis pangan lokal sekaligus mendukung pengembangan Desa Wisata Penglipuran.
Program ini bermitra dengan IRT Merta Sari milik Ibu Ni Nengah Budianti. IRT Merta Sari telah memproduksi loloh cem-cem merk Ibu Kunil dari Tahun 1985. Program ini melibatkan tujuh (7) orang anggota mitra (pekerja) dalam seluruh rangkaian kegiatan. Pendampingan difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi, inovasi produk, serta penguatan nilai wisata dari loloh cem-cem sebagai minuman tradisional khas Bali.
Salah satu kegiatan utama adalah pelatihan teknologi penyimpanan beku (frozen storage) terhadap sari daun cem-cem. Teknologi ini diperkenalkan untuk memperpanjang umur simpan bahan baku, menjaga kualitas sari daun cem-cem, serta menjamin kontinuitas produksi sehingga pelaku usaha tidak lagi bergantung pada ketersediaan bahan baku harian.
Sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk, mitra juga memperoleh pelatihan diversifikasi produk melalui pembuatan es stik goyang berbahan dasar loloh cem-cem. Produk inovatif ini diharapkan dapat menarik minat konsumen yang lebih luas, khususnya anak-anak, remaja, dan wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran, tanpa menghilangkan cita rasa khas dan manfaat kesehatan dari daun cem-cem.
Materi mengenai pengolahan pangan disampaikan oleh dosen PS. Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, yaitu Dr. Komang Ayu Nocianitri dan I Desak Putu Kartika Pratiwi, M.P. Kedua narasumber memberikan pelatihan mengenai teknik penyimpanan beku sari daun cem-cem, formulasi dan proses pembuatan es stik goyang, serta penerapan sanitasi dan higiene untuk menghasilkan produk yang aman dan bermutu.
Tidak hanya aspek teknologi pangan, program ini juga mengintegrasikan unsur pariwisata melalui penyampaian materi storytelling oleh Dr. I Made Kusuma Negara dari Fakultas Pariwisata Universitas Udayana. Materi tersebut membahas penyusunan narasi atau storytelling loloh cem-cem sebagai bagian dari interpretasi budaya yang dapat disampaikan kepada wisatawan. Storytelling diharapkan mampu memperkuat pengalaman wisata dengan mengenalkan sejarah, filosofi, manfaat kesehatan, serta kearifan lokal di balik loloh cem-cem sebagai warisan kuliner tradisional Desa Penglipuran.
Dari sisi teknologi, untuk menunjang keberhasilan program, IRT Merta Sari juga difasilitasi mesin dan peralatan penunjang teknologi tepat guna berupa: mesin es stik goyang, freezer, showcase cooler, meja produksi stainless, mixer, timbangan, mesin pengemas dan peralatan penunjang produksi lainnya seperti rak industri, kontainer, drum, waskom stainless. Kehadiran alat-alat ini diharapkan membuat proses produksi lebih higienis, efiesien, dan menghasilkan produk bermutu tinggi.
Ibu Ni Nengah Budianti selaku pemilik IRT Merta Sari menyampaikan antusiasnya atas pelaksanaan kegiatan PKM 2026, “Kami mendapatkan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat bagi pengembangan usaha, dalam kegiatan ini kami juga memperoleh solusi untuk memperpanjang umur simpan bahan baku dan diberikan keterampilan tambahan untuk menghasilkan produk inovatif yaitu es stik loloh.”
Salah satu anggota mitra yaitu Ibu Ni Nyoman Mingguwati mengungkapkan ketertarikan akan kegiatan storytelling yang disampaikan, “Materi ini membuka wawasan kami tentang bagaiman mengemas cerita di balik loloh cem-cem sehingga mampu memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi wisatawan”.
Partisipasi mitra dalam kegiatan ini mencapai 100%, ditunjukkan dengan kehadiran seluruh anggota mitra hadir dalam kegiatan ini. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman mitra mengenai penyimpanan beku mencapai 85%, peningkatan kemampuan mitra dalam mengolah es stik goyang cem-cem mencapai sekitar 70%.
Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan hingga akhir masa pelaksanan kegiatan. Melalui pendampingan tersebut diharapkan terjadi peningkatan kapasitas produksi, pengembangan diversifikasi produk, dan penguatan daya tarik wisata berbasis pangan lokal. Sinergi antara inovasi teknologi pangan dan pengembangan pariwisata menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memperkuat posisi Desa Wisata Penglipuran sebagai destinasi wisata yang mengedepankan budaya, kesehatan, dan produk lokal unggulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....