Pelepasan Tukik Jadi Daya Tarik Wisatawan di Pantai Kuta

  • 31 Jul 2026 15:30 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung – Pelepasan tukik di Pantai Kuta menjadi salah satu aktivitas yang diminati wisatawan saat berlibur di Bali. Melalui kegiatan yang digelar Kelompok Pelestari Penyu Kuta Beach Sea Turtle Conservation Center (KBSTCC), wisatawan tidak hanya mendapat pengalaman melepas tukik ke laut, tetapi juga melihat langsung upaya pelestarian penyu yang dilakukan di kawasan Pantai Kuta.

Dalam kegiatan pelepasan tukik yang berlangsung di Pantai Kuta pada 27 Juli 2026, peserta terlebih dahulu diberikan arahan sebelum melepas tukik ke laut. Wisatawan diminta mengikuti aturan yang telah ditetapkan agar proses pelepasan tetap berlangsung secara alami dan tidak membahayakan tukik.

Pendiri Kuta Beach Sea Turtle Conservation Center (KBSTCC), I Gusti Ngurah Tresna yang akrab disapa Mr. Turtle, mengatakan pelepasan tukik menjadi salah satu pengalaman yang banyak dicari wisatawan. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak dapat ditemukan di negara asal sebagian besar wisatawan sehingga menjadi daya tarik tersendiri saat berkunjung ke Pantai Kuta.

"Ini menjadi daya tarik mereka kebetulan berlibur, karena di negaranya kan tidak ada. Pelepasan Release Baby Turtle Program ini suatu daya tarik buat tamu-tamu yang datang ke Bali, ke Pantai Kuta. Ini salah satu promosi pariwisata juga," ujar Tresna.

Meski menjadi daya tarik wisata, Tresna menegaskan pelepasan tukik tetap mengutamakan aspek konservasi. Karena itu, setiap peserta wajib mengikuti arahan petugas, termasuk tidak memegang tukik agar satwa tersebut dapat kembali ke habitatnya secara alami.

"Ini salah satu edukasi juga, kita buat edukasi untuk para wisatawan yang ikut melepas. Tetap kita arahkan, tetap kita utamakan safety-nya baby turtle tetap alami, tidak boleh dipegang. Tetap pelepasannya juga kita secara alami. Keselamatan tukiknya kita utamakan. Dia harus mengikuti aturan juga, termasuk ini salah satu edukasi," katanya.

Tresna menjelaskan, pelepasan tukik dilakukan segera setelah telur menetas. Jumlah tukik yang dilepas disesuaikan dengan jumlah yang menetas setiap hari. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 400 ekor tukik dilepas ke laut, sedangkan sekitar 15 ribu tukik lainnya masih berada di lokasi penetasan semi alami dan akan dilepas secara bertahap.

"Tukik itu netas, sesegera mungkin kita lepas kembali ke alamnya. Untuk hari ini kita lepas 400 ekor. Netas 100 kita lepas 100, netas 500 kita lepas 500, itu tergantung dengan netasnya. Masih sekitar 15 ribuan ada di tempat penetasan semi alami," jelasnya.

Ia menambahkan, tukik yang dilepas merupakan jenis penyu lekang, yaitu jenis penyu yang umum bertelur di pesisir Bali. Telur-telur penyu yang ditemukan di pantai terlebih dahulu direlokasi ke lokasi penetasan semi alami agar lebih aman hingga menetas.

"Di Bali kan penyu lekang aja yang bertelur. Kan bertelur di pantai, kita relokasi, kita selamatkan, kita pakai program semi alami," ujarnya.

Menurut Tresna, program pelepasan tukik tidak dijalankan untuk mencari keuntungan. Program tersebut murni bertujuan mendukung pelestarian penyu, sementara wisatawan yang ingin berpartisipasi dipersilakan memberikan donasi secara sukarela.

"Program kita tidak profit. Kalau ingin donasi silakan, tidak donasi enggak masalah. Itu yang kita betul lakukan, ini murni untuk pelestarian konservasi," kata Tresna.

Program konservasi yang dijalankan KBSTCC telah berlangsung selama 26 tahun di kawasan Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak. Tresna berharap semakin banyak masyarakat dan wisatawan, terutama generasi muda, ikut menjaga lingkungan dan mendukung pelestarian penyu agar keberadaannya tetap lestari.

"Ini bukan tanggung jawab kita saja dari tim konservasi. Menjaga lingkungan, menjaga alam, ekosistemnya tetap terjaga, ini tanggung jawab kita semua. Terutama generasi muda, untuk bisa nanti betul-betul ikut terlibat di dalam menjaga, menyelamatkan lingkungan, dan menyelamatkan satwa yang in danger ini, untuk bersama-sama lah menjaga," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....