PKB 2026 Perkuat Pelestarian Wayang Lemah Sesuai Pakem Tradisi
- 30 Jul 2026 06:41 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 menghadirkan Kriyaloka Seni Pedalangan Wayang Lemah sebagai upaya memperkuat pelestarian salah satu seni pertunjukan sakral Bali di tengah berkembangnya inovasi dan kolaborasi seni modern. Kegiatan yang berlangsung di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali itu menjadi ruang edukasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk memahami filosofi serta pakem Wayang Lemah.
Praktisi Pedalangan Bali dari Gria Bangkaje, Ida Bagus Gede Mambal, Kepada RRI.CO.ID, Jum'at, 3 Juli 2026 mengatakan Wayang Lemah memiliki ketentuan khusus yang membedakannya dengan jenis pertunjukan wayang lainnya. Selain dipentaskan tanpa kelir atau layar pembatas dan tanpa lampu blencong, Wayang Lemah juga menggunakan perlengkapan ritual tertentu seperti gedebong pisang, kayu dadap, padi, dan uang kepeng.
"Wayang Lemah memiliki ketentuan tersendiri. Dipentaskan tanpa lampu dan tanpa kelir pembatas, menggunakan gedebong, kayu dadap, padi, serta uang kepeng. Kami berharap Wayang Lemah yang begitu sakral dapat dikembalikan pada bentuknya yang semestinya," ujarnya.
Menurutnya, perkembangan seni pertunjukan yang semakin inovatif merupakan hal positif. Namun, khusus untuk Wayang Lemah yang berkaitan erat dengan pelaksanaan upacara keagamaan, pakem tradisi perlu tetap dijaga agar tidak kehilangan nilai sakralnya.
Ia menjelaskan, Wayang Lemah memiliki fungsi sebagai media spiritual dalam berbagai pelaksanaan yadnya. Pertunjukan ini menjadi bagian dari prosesi keagamaan yang berfungsi sebagai penghubung sesuai petunjuk Sang Sulinggih.
Selain itu, setiap dalang memiliki gaya penyajian yang berbeda sesuai garis perguruan masing-masing, namun tetap berpedoman pada aturan dasar Wayang Lemah. “Wayang Lemah digunakan dalam berbagai upacara yadnya. Filosofinya adalah Siwa Sekala, dipentaskan secara terbuka tanpa pembatas sehingga makna spiritualnya tetap terjaga,” katanya.
Ida Bagus Gede Mambal juga menilai regenerasi dalang di Bali saat ini berjalan cukup baik. Meski demikian, ia berharap generasi muda tidak hanya menguasai teknik pementasan, tetapi juga memahami nilai filosofis dan aturan tradisi yang menjadi dasar kesenian tersebut.
Melalui penyelenggaraan Kriyaloka Seni Pedalangan Wayang Lemah, PKB 2026 diharapkan mampu memperkuat pemahaman masyarakat terhadap warisan budaya Bali sekaligus menjaga kelestarian seni pedalangan yang menjadi bagian penting dari tradisi dan kehidupan spiritual masyarakat Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....