Cuaca Tak Menentu di Bali, Dinkes Minta Warga Waspadai DBD hingga ISPA
- 29 Jul 2026 16:59 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Anomali cuaca yang melanda Bali dalam beberapa waktu terakhir membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang dipicu perubahan musim. Meski kasus demam berdarah dengue (DBD) belum menunjukkan peningkatan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengingatkan potensi penyebaran penyakit tetap tinggi seiring hujan yang masih turun di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, di Denpasar, Selasa 28 Juli 2026 mengatakan kondisi cuaca yang tidak menentu pada 2026 berpotensi memicu munculnya sejumlah penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga leptospirosis. "Perubahan cuaca seperti sekarang ini berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit yang berkaitan dengan musim, sehingga masyarakat perlu tetap waspada," ujarnya.
Meski demikian, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, kasus DBD hingga Juli 2026 justru menunjukkan tren penurunan. Pada Juni hingga Juli terjadi penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Jumlah kasus masih berada di bawah 300 kasus per bulan.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, buah, dan sayuran, serta tetap melakukan aktivitas fisik secara rutin. Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala penyakit.
Selain menjaga kondisi tubuh, masyarakat diminta meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), terutama setelah hujan yang berpotensi menimbulkan genangan air di sekitar rumah. "Pastikan tidak ada genangan air di ember, bak penampungan, maupun wadah lain yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD," ujarnya.
Untuk upaya pengendalian, Dinas Kesehatan Provinsi Bali terus mengintensifkan sosialisasi gerakan 3M Plus dan penggunaan larvasida. Sementara itu, pengasapan (fogging) dilakukan secara selektif berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi dan indikasi penyebaran kasus di suatu wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....