Bali Jadi Pilot Project Smart Grid Nasional
- 29 Jul 2026 06:35 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – PT PLN (Persero) menetapkan Bali sebagai lokasi percontohan (pilot project) transformasi sistem distribusi listrik nasional berbasis Smart Grid. Melalui proyek ini, PLN menargetkan terciptanya sistem kelistrikan yang lebih andal, responsif terhadap gangguan, sekaligus mampu mengakomodasi pertumbuhan energi baru terbarukan (EBT) dan ekosistem kendaraan listrik di masa depan.
Komitmen tersebut ditegaskan Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, saat melakukan kunjungan kerja ke PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali dalam kegiatan Inspiring and Aligning Visi Direktorat Distribusi: Smart, Resilient, Green. Dalam kunjungan itu, ia meninjau implementasi sejumlah inovasi digital yang menjadi fondasi pengembangan sistem distribusi listrik masa depan.
Arsyadany mengatakan Bali dipilih sebagai lokasi Proof of Concept (PoC) Distributed Energy Resource Management System (DERMS) karena memiliki karakteristik sistem kelistrikan yang dinilai ideal untuk mengembangkan teknologi distribusi modern.
Selain didukung infrastruktur yang memadai, Bali juga memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan. Target kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di Bali diperkirakan mencapai sekitar 500 megawatt (MW), atau setara 43,14 persen dari rata-rata beban sistem sebesar 1.159 MW. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk menguji kemampuan jaringan listrik dalam mengintegrasikan energi terbarukan secara optimal.
"Transformasi distribusi bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi membangun sistem kelistrikan yang lebih cerdas, tangguh, dan berkelanjutan. Pilot project di Bali harus mampu membuktikan bahwa digitalisasi distribusi dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik, mempercepat respons terhadap gangguan, mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan, serta menjadi model implementasi yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia," ujar Arsyadany.
Dalam kunjungan tersebut, Arsyadany meninjau Distribution Control Center (DCC) PLN UP2D Bali yang menjadi pusat pengendalian sistem distribusi, implementasi PoC DERMS, serta infrastruktur komunikasi LTE 450 MHz yang menjadi tulang punggung komunikasi sistem distribusi digital PLN. Rangkaian kunjungan juga mencakup peninjauan implementasi teknologi tersebut secara langsung di lapangan.
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menjelaskan DERMS merupakan sistem digital yang dirancang untuk mengelola berbagai sumber energi terdistribusi, mulai dari PLTS atap, sistem penyimpanan energi (battery energy storage), hingga kendaraan listrik yang semakin banyak terhubung ke jaringan distribusi.
Menurutnya, keberadaan DERMS akan memudahkan PLN memantau kondisi jaringan secara real time, menjaga keseimbangan pasokan dan beban, serta mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan tanpa mengurangi keandalan sistem.
"Semakin banyak sumber energi baru yang terhubung ke jaringan listrik, semakin kompleks pula pengelolaannya. Melalui DERMS, PLN dapat memantau kondisi jaringan secara real time, menjaga keseimbangan pasokan dan beban, serta mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan tanpa mengurangi keandalan sistem," kata Petrus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....