Adu Ketangkasan Nelayan Lintas Pulau Menembus Ombak Cupel

  • 27 Jul 2026 10:12 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana: - Suasana Pantai Cupel di depan Masjid Bali, Desa Cupel, Jembrana, mendadak riuh dan penuh semangat. Ratusan warga memadati bibir pantai untuk menyaksikan tradisi balap jukung layar yang digelar dalam rangkaian Festival Masjid Bali 2026.

Sorak-sorai penonton pecah, memberikan dukungan moril bagi para peserta yang berlaga di tengah lautan. Tak hanya diramaikan nelayan lokal Bali dari daerah Air Kuning hingga Gilimanuk, ajang tahunan yang kini memasuki edisi keempat tersebut juga menarik minat para pelaut tangguh dari Jawa Timur.

Aturan main dalam balap perahu layar ini terbilang ketat dan menguji fisik serta mental. Setiap perahu hanya boleh ditumpangi oleh dua orang peserta tanpa bantuan mesin sedikit pun.

Murni mengandalkan ketangkasan mengendalikan layar dan kejelian membaca arah angin. Para peserta harus mengarungi lautan lepas sejauh lebih dari enam kilometer dari tepi pantai menuju tengah laut, mengitari titik tanda yang ditentukan, lalu melaju kembali ke garis finis di pinggir pantai.

Siapa yang tercepat menaklukan rute tersebut, dialah yang berhak menyabet gelar juara. "Jumlah peserta sebanyak 32 perahu. Dari nelayan lokal seperti Desa Air Kuning, Gilimanuk, hingga Jawa Timur. Ini memang kegiatan yang rutin kita lakukan empat tahun berturut-turut," ujar Ahmad Arif Dermawan, Ketua Panitia Festival Masjid Bali 2026.

"Selain lomba jukung (perahu layar), festival ini menyuguhkan pawai nelayan tempo dulu dan melibatkan UMKM lokal. Kegiatan ini digelar untuk memperingati bulan Muharram sekaligus menyambut Hari Kemerdekaan RI," tambahnya.

Tantangan di tengah laut rupanya tidak main-main. Selain dituntut mahir mengendalikan layar agar perahu tak terbalik dihantam angin kencang, perairan Cupel yang memiliki gelombang tinggi menjadi ujian berat bagi para peserta.

"Kendala terbesarnya ada pada ombak yang sangat tinggi. Jadi, untuk menerobos ombak, stamina peserta harus benar-benar kuat, dan perahunya pun harus tangguh," ungkap Dani Ariyansyah, salah satu peserta balap perahu layar.

Untuk membakar semangat para nelayan, panitia telah menyiagakan hadiah menarik berupa uang tunai hingga piala bergilir. Lebih dari sekadar kompetisi adu cepat, tradisi tahunan ini menjadi momentum penting untuk merawat warisan leluhur.

Pemerintah lokal dan panitia berharap gelaran ini dapat terus menyedot perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian warga sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....