Hari Anak Nasional 2026 di Denpasar Angkat Tema "Sastraning Rare"

  • 27 Jul 2026 10:26 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan menggelar Festival Anak Denpasar bertema "Sastraning Rare Denpasar" di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat 24 Juli 2026. Peringatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen pemenuhan hak anak sekaligus mendorong lahirnya generasi yang kreatif, mencintai budaya, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutannya mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi tumbuh kembang mereka. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan tema nasional HAN 2026, yakni "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan."

"Anak-anak adalah anugerah sekaligus harapan masa depan bangsa. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang berkualitas, serta kesempatan mengembangkan potensi dan meraih cita-citanya," ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi anak-anak. Karena itu, keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat perlu bersinergi membekali anak dengan karakter yang kuat, literasi digital, serta kemampuan menyaring informasi agar dapat memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

Arya Wibawa juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Denpasar sebagai Kota Layak Anak kategori Utama dalam memperkuat berbagai program perlindungan anak. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan layanan perlindungan anak, pengembangan Sekolah Ramah Anak, peningkatan kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, penyediaan ruang publik ramah anak, hingga penguatan literasi digital.

"Mari bersama menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Anak Denpasar 2026, Putu Satya Andika, menjelaskan tema "Sastraning Rare Denpasar" dimaknai sebagai cahaya pengetahuan dan kreativitas anak-anak Denpasar. Melalui festival tersebut, anak-anak didorong menjadi generasi yang kreatif, mencintai budaya, peduli lingkungan, serta berani berpartisipasi sebagai pelopor perubahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, Festival Anak Denpasar 2026 diawali dengan berbagai kegiatan, seperti penanaman bibit bunga gemitir, Talkshow Nyampah Denpasar yang berhasil mengumpulkan sekitar dua ton food waste, aksi beach cleanup, hingga roadshow Forum Anak Daerah ke sejumlah sekolah. Sebagai puncak kegiatan, panitia menggelar enam perlombaan, yakni lomba mewarnai tingkat TK, pemanfaatan barang purna pakai, Gending Rare, Nyurat Aksara Bali, Mesatua Bali, dan cerdas cermat tingkat SMP.

"Festival ini kami rancang bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi gerakan bersama yang memberikan pengalaman belajar, aksi nyata, serta ruang partisipasi bagi anak-anak. Kami ingin anak-anak Denpasar tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mencintai budaya, peduli lingkungan, dan berani menjadi pelopor perubahan sejak hari ini," ujar Andika.

Pada puncak peringatan Hari Anak Nasional tersebut juga diserahkan Piagam Sekolah Ramah Anak serta penghargaan kepada para pemenang lomba. Acara turut dimeriahkan dengan penampilan para juara lomba, Band Disabilitas Berkebutuhan Khusus UPTD PLD, pertunjukan drama, penampilan band APSAI, serta penampilan bintang tamu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....