AI Tingkatkan Produktivitas Asalkan Diimbangi Nalar Manusia
- 21 Jul 2026 15:32 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai mampu meningkatkan produktivitas masyarakat di berbagai bidang. Namun, penggunaannya harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kreativitas agar tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi.
Menurut Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana, Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos., M.Si., pemahaman masyarakat terhadap AI masih terbatas karena lebih banyak dimanfaatkan sebagai mesin pencari informasi. Padahal, AI memiliki beragam aplikasi yang dapat membantu pekerjaan seperti membuat transkrip, merangkum dokumen, hingga mendukung proses kreatif.
"AI memang dapat meningkatkan produktivitas, tetapi jangan sampai membuat manusia menjadi malas berpikir. Yang terpenting adalah kemampuan menyusun prompt yang baik serta memahami kualitas hasil yang diberikan AI," ujarnya kepada RRI.
Amanda menjelaskan, pengguna AI harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk menilai apakah hasil yang diberikan sudah sesuai atau masih perlu disempurnakan. Tanpa kemampuan tersebut, seseorang hanya akan menerima hasil AI tanpa memahami kualitas maupun kebenarannya.
"Jangan sampai kita lebih bodoh daripada AI. AI adalah alat bantu, sehingga manusia tetap harus memahami, mengevaluasi, dan mengembangkan hasil yang diberikan agar kompetensi, logika, dan nalar tetap terasah," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa AI tidak selalu mengurangi kreativitas manusia apabila dimanfaatkan secara tepat. Menurutnya, AI dapat dijadikan mitra berdiskusi untuk menghasilkan ide-ide baru, bukan sekadar alat yang menerima perintah dan menghasilkan jawaban instan.
Amanda mengajak masyarakat menggunakan AI secara cerdas, kreatif, dan jujur. Ia menegaskan bahwa AI seharusnya menjadi pendukung dalam proses berpikir, sementara ide dan keputusan akhir tetap berasal dari manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....