Bali Masih Merasakan Suhu Dingin hingga Agustus 2026

  • 21 Jul 2026 15:35 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Sejumlah wilayah di Bali beberapa hari kedepan diprediksi masih akan merasakan suhu dingin menjelang puncak musim kemarau. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III memprediksi suhu yang terasa dingin tersebut akan berakhir pada Agustus 2026.

Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Luh Nyoman Didi Tri Utami kepada RRI.CO.ID di Denpasar, Selasa 21 Juli 2026 mengatakan, fenomena ini menandai puncak musim kemarau di mana suhu minimum bisa mencapai sekitar 20 derajat celsius. Ia menjelaskan, suhu yang lebih dingin dari biasanya ini paling terasa pada malam, dini hari, dan pagi hari.

Didi Tri Utami mengungkapkan, fenomena ini merupakan kondisi yang normal dan rutin terjadi saat puncak musim kemarau, karena pergerakan massa udara dingin dan kering dari Benua Australia menuju Indonesia dan melewati wilayah Bali. Ia juga menyampaikan, suhu dingin di Pulau Dewata biasanya terjadi pada dini hari mulai dari pukul 01.00 dan 02.00 pagi hingga puncaknya pada pukul 05.00 hingga 06.00 pagi.

"Suhu dingin diprediksi masih melanda Pulau Dewata selama periode Juli hingga Agustus 2026. Fenomena ini menandai puncak musim kemarau akibat pergerakan massa udara dingin dan kering dari Benua Australia melewati wilayah Bali,” ujarnya.

Didi Tri Utami mengatakan, suhu dingin ini dipicu sejumlah faktor diantaranya tutupan awan pada musim kemarau yang sangat sedikit yang menyebabkan radiasi matahari yang jatuh ke bumi langsung dipantulkan ke atmosfer. Selain itu, adanya gerak semu tahunan matahari dan matahari saat ini berada di belahan bumi utara, sedangkan Bali posisinya di belahan bumi selatan, sehingga suhu menurun akibat matahari menjauh ke utara.

Didi Tri Utami mengungkapkan, Monsun Australia yang aktif juga menjadi pemicu suhu dingin yang membawa massa udara dingin dan kering ke Bali. “Pemicu genomena tahunan ini yakni tutupan awan pada musim kemarau yang sangat sedikit, gerak semu tahunan matahari dan Monsun Australia yang aktif turut menjadi pemicu suhu dingin di Bali,” tuturnya.

Fenomena suhu dingin masih melanda sejumlah wilayah di Pulau Dewata. Fenomena ini sering terjadi secara periodikal atau musim tahunan dan dimulai saat memasuki awal musim kemarau dan berakhir saat puncak kemarau Agustus mendatang. BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai fenomena suhu udara yang lebih dingin ini. Masyarakat diminta menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup menghindari aktivitas berlebih serta menggunakan pakaian yang cukup hangat pada malam hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....