Macet Parah Gilimanuk, Puluhan Sopir Gedor DPRD Jembrana

  • 21 Jul 2026 12:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Geram akibat kemacetan ekstrem yang tak kunjung usai, puluhan sopir logistik yang tergabung dalam tiga aliansi besar, GAPIBA, GAPIBER, dan ASLI, menggelar aksi datangi Kantor DPRD Kabupaten Jembrana pada Senin 20 Juli 2026. Mereka menuntut solusi nyata atas krisis kemacetan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk yang kini telah terjadi hampir setiap hari selama berbulan-bulan.

Ketua GAPIBA, Sugihartoyo, menegaskan bahwa kondisi di lapangan sudah sangat memprihatinkan. Kemacetan kronis ini bukan lagi sekadar musiman saat Idulfitri atau Nataru, melainkan sudah menjadi "menu harian" yang mencekik produktivitas para sopir.

"Kami ingin benar-benar menyelesaikan persoalan kemacetan ini. Kemacetan terjadi hampir setiap hari, bahkan sudah berbulan-bulan hingga saat ini belum berhenti," keluh Sugihartoyo.

Para pengemudi menilai akar masalah kemacetan ini ada pada ketimpangan infrastruktur antara dua sisi penyeberangan. Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi telah didukung oleh 9 dermaga, sementara Pelabuhan Gilimanuk terkesan jalan di tempat dengan hanya memiliki 7 dermaga.

Dari total 56 kapal yang tersedia, hanya sekitar 28 kapal yang bisa beroperasi setiap harinya. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan yang luar biasa di Gilimanuk karena daya tampung dermaga yang tidak sebanding.

Ditambah lagi, Gilimanuk tidak memiliki jalur alternatif penyeberangan lain seperti halnya Ketapang yang memiliki rute langsung menuju Lombok. Oleh karena itu, para sopir mendesak pemerintah untuk segera membangun dermaga baru di Gilimanuk.

Merespons gelombang protes tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, mengakui bahwa situasi kemacetan di Gilimanuk memang sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Bahkan, pada momen-momen tertentu, antrean kendaraan mengular sangat parah hingga mencapai pusat Kota Negara.

"Mereka menyampaikan sejumlah hal agar dapat dicarikan solusi sehingga kemacetan tidak terus berulang. Kami akan mengawal dan mencarikan solusi terbaik," tegas Sri Sutharmi.

Sebagai langkah konkret, pihak legislatif bersama Bupati Jembrana tengah melakukan komunikasi intensif dengan PT ASDP Indonesia Ferry. Pemkab Jembrana bahkan siap menghibahkan atau mengerjasamakan lahan daerah, seperti Terminal Kargo dan area parkir manuver, untuk dijadikan lokasi pembangunan dermaga baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....