Penataan Infrastruktur Perkuat Citra Sanur sebagai Destinasi Wisata Heritage
- 20 Jul 2026 10:19 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar segera merealisasikan penataan jaringan utilitas kawasan Sanur melalui program Sarana Jaringan Utilitas Terpadu dan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (SJUT-IPT). Program ini akan memindahkan kabel telekomunikasi udara ke jaringan bawah tanah guna menciptakan kawasan wisata yang lebih tertata, modern, dan memiliki nilai estetika.
Implementasi SJUT-IPT di kawasan Sanur dijadwalkan mulai diterapkan pada 15 Agustus 2026 mendatang. Sebagai tahap persiapan, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (APJATEL) melaksanakan survei teknis dan pengujian teknis redaman kabel SJUT-IPT kawasan Sanur, Rabu 15 Juli 2026.
Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengatakan penataan kawasan Sanur tidak hanya dilakukan melalui peningkatan fasilitas publik, tetapi juga mencakup pembenahan infrastruktur perkotaan, termasuk jaringan telekomunikasi. "Kita menyambut baik penataan kawasan Sanur sebagai destinasi unggulan. Salah satu yang ditata adalah infrastruktur telekomunikasi melalui SJUT-IPT. Dengan pemindahan kabel udara ke bawah tanah, kawasan Sanur akan menjadi lebih indah, nyaman, dan memiliki nilai estetika yang lebih baik," ujar Eddy Mulya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar telah menyiapkan regulasi melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota yang menetapkan Perumda Bhukti Praja Sewakadharma sebagai penyelenggara SJUT-IPT. Berbagai tahapan, mulai dari aspek teknis, sosialisasi, hingga edukasi kepada pemangku kepentingan telah dilakukan.
"Hari ini kita melakukan uji coba lapangan. Berbagai kelebihan maupun kekurangan yang ditemukan akan menjadi bahan evaluasi. Masukan dari APJATEL sangat penting agar implementasi SJUT-IPT berjalan optimal saat diterapkan pada 15 Agustus mendatang," jelasnya.
Menurut Eddy Mulya, keberhasilan penataan jaringan utilitas di Sanur diharapkan dapat menjadi contoh bagi kawasan strategis lainnya di Kota Denpasar, termasuk kawasan heritage pusat kota seperti Jalan Gajah Mada. "Harapan kami, Sanur menjadi destinasi unggulan dari sisi infrastruktur perkotaan, pelayanan publik, pengelolaan lingkungan, hingga pelayanan di kawasan pantai. Konsep ini nantinya dapat dikembangkan di titik strategis lainnya di Kota Denpasar," katanya.
Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadharma, I Nyoman Putrawan, mengatakan pihaknya siap menjalankan amanat regulasi Pemerintah Kota Denpasar dalam pelaksanaan SJUT-IPT. "Peran kami adalah melaksanakan regulasi yang telah ditetapkan. Masukan teknis dari hasil uji coba hari ini akan kami sempurnakan agar pelaksanaan SJUT-IPT nantinya sesuai standar dan berjalan optimal," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah APJATEL Bali, Dodi Simanjuntak, menyampaikan dukungan terhadap implementasi SJUT-IPT di Kota Denpasar. Menurutnya, uji coba teknis menjadi langkah penting untuk menyelaraskan kebutuhan berbagai penyelenggara jaringan telekomunikasi.
"Kami mendukung sejak tahap sosialisasi. Dari uji coba ini masih ada beberapa aspek teknis yang perlu disempurnakan, baik terkait desain, teknologi operator, maupun parameter teknis lainnya. Hasil evaluasi akan kami bahas bersama seluruh anggota APJATEL untuk selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan implementasi," katanya.
Melalui penerapan SJUT-IPT, Pemerintah Kota Denpasar optimistis kawasan Sanur akan memiliki infrastruktur utilitas yang lebih rapi, aman, dan modern, sekaligus memperkuat citra Sanur sebagai destinasi wisata heritage unggulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....