Denpasar Jadi Rujukan Penanganan Kemiskinan

  • 20 Jul 2026 10:21 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Keberhasilan Kota Denpasar dalam menekan angka kemiskinan ekstrem menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Dipimpin Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, rombongan Pemkab Paser melakukan kunjungan studi tiru ke Pemerintah Kota Denpasar untuk mempelajari strategi, inovasi, dan kolaborasi dalam penanggulangan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.

Rombongan Pemkab Paser diterima langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis 16 Juli 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya berbagi pengalaman antar daerah dalam mengembangkan kebijakan pengentasan kemiskinan yang efektif dan berkelanjutan.

Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, menyampaikan apresiasi atas penerimaan Pemerintah Kota Denpasar. Ia mengatakan Denpasar menjadi daerah pertama yang dikunjungi Pemkab Paser untuk mempelajari secara langsung berbagai program dan kebijakan penanganan kemiskinan.

Menurutnya, keberhasilan Denpasar dalam menekan angka kemiskinan ekstrem hingga berada di kisaran 0,03 persen menjadi inspirasi bagi daerah lain. Melalui studi tiru tersebut, Pemkab Paser berharap dapat mengadaptasi pola kolaborasi dan inovasi yang diterapkan Pemkot Denpasar sesuai karakteristik daerahnya.

"Kami datang ke Denpasar untuk belajar bersama. Penanganan kemiskinan di Kota Denpasar sangat baik, terutama dalam menekan kemiskinan ekstrem yang kini hampir mencapai nol. Terima kasih atas kesempatan berbagi pengalaman yang diberikan kepada kami," ujar Fahmi Fadli.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengapresiasi kehadiran Pemerintah Kabupaten Paser yang memilih Kota Denpasar sebagai lokasi studi tiru. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan penanganan kemiskinan tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, dukungan masyarakat, serta penguatan sektor ekonomi daerah.

"Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali terus menjaga pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor jasa, perdagangan, pariwisata, serta berbagai kegiatan kreatif yang mampu menggerakkan sektor UMKM," ujar Jaya Negara.

Ia menjelaskan, Kota Denpasar dengan jumlah penduduk sekitar 762 ribu jiwa yang tersebar di empat kecamatan, 27 desa, dan 16 kelurahan terus melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar saat ini mencapai sekitar Rp2,2 triliun.

Sementara itu, angka kemiskinan terus menunjukkan tren penurunan setelah sempat mengalami peningkatan akibat dampak pandemi Covid-19. "Persentase penduduk miskin Kota Denpasar yang sebelumnya berada pada angka 2,14 persen pada 2020 sempat mengalami peningkatan akibat pandemi, namun kembali menurun secara konsisten hingga mencapai 2,16 persen pada 2025. Angka ini masih berada di bawah rata-rata Provinsi Bali," katanya.

Jaya Negara menambahkan, Pemerintah Kota Denpasar menjalankan sejumlah program terpadu untuk memutus mata rantai kemiskinan, salah satunya program bedah rumah senilai Rp100 juta per unit yang didukung oleh berbagai pihak, termasuk CSR BUMN, Perumda, dan pemangku kepentingan lainnya. Selain penyediaan hunian layak, Pemkot Denpasar juga memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik, salah satunya melalui uji coba Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital). Program tersebut diharapkan mampu memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses masyarakat melalui pemanfaatan data yang terintegrasi. "Kami terus mendorong inovasi pelayanan agar program perlindungan sosial dapat berjalan semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkas Jaya Negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....