Ketahanan Pangan bisa Dimulai dari Rumah Tangga

  • 20 Jul 2026 10:44 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Ketahanan pangan dinilai perlu dibangun dari tingkat rumah tangga sebagai fondasi mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sehat. Pemanfaatan pekarangan rumah hingga diversifikasi pangan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Akademisi Fakultas Pertanian, Sains, dan Agroteknologi Universitas Warmadewa, Dr. I Nengah Muliartha, mengatakan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh anggota masyarakat. Menurutnya, setiap keluarga harus memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi, dan tersedia setiap saat.

"Ketahanan pangan harus dimulai dari tingkat rumah tangga. Ketika setiap anggota keluarga setiap saat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi, maka kebutuhan hidup sehat dapat terpenuhi," ujar Muliartha.

Muliartha menjelaskan keluarga dapat memulai ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan melalui konsep urban farming atau pertanian perkotaan. Selain menanam sayuran, masyarakat juga didorong melakukan diversifikasi pangan dengan mengonsumsi singkong, jagung, talas, maupun umbi-umbian sebagai alternatif selain beras.

"Pemanfaatan pekarangan melalui urban farming memungkinkan keluarga memproduksi pangan secara mandiri. Diversifikasi pangan juga penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi memperoleh gizi yang lebih beragam," katanya.

Menurut Muliartha, keterbatasan lahan di kawasan perkotaan bukan menjadi hambatan utama dalam menerapkan pertanian rumah tangga. Tantangan yang lebih besar justru terletak pada kreativitas, keterbatasan waktu, dan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai teknik budidaya sederhana maupun pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam.

Muliartha menilai edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar semakin banyak keluarga mampu memanfaatkan pekarangan rumah untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan. Langkah sederhana seperti menanam satu atau dua jenis tanaman pangan dinilai sudah menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

"Peran masyarakat sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan. Mulailah dari hal sederhana, seperti menanam sayuran atau tanaman yang bermanfaat di halaman rumah, karena langkah kecil itu akan memberikan manfaat besar bagi keluarga," ucapnya.

Muliartha menambahkan masyarakat Bali sebenarnya telah memiliki budaya memanfaatkan tanaman di pekarangan, seperti kelor, beluntas, hingga tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun obat tradisional. Ia berharap kebiasaan tersebut terus dilestarikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga di tengah tantangan perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....