BPBD Petakan Potensi Bencana saat Musim Kemarau di Bali

  • 20 Jul 2026 10:50 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring seluruh wilayah Bali telah memasuki musim kemarau. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dengan potensi peningkatan risiko kebakaran, kekeringan, serta gangguan sektor pertanian.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan potensi bencana hidrometeorologi kering dan secara rutin menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat melalui berbagai media.

"Musim kemarau di Bali berlangsung secara bertahap sejak April dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus. Karena itu, kami terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan," ujarnya, Sabtu 18 Juli 2026.

BPBD mengidentifikasi empat potensi bencana utama selama musim kemarau, yakni kebakaran hutan dan lahan, kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA), gangguan produksi pertanian akibat kekeringan, serta meningkatnya kebakaran rumah dan permukiman. Untuk kebakaran hutan dan lahan, BPBD melakukan pemantauan selama 24 jam.

Hingga saat ini belum terdeteksi titik panas (hotspot) di Bali. Meski demikian, terdapat sekitar 200 hektare kawasan yang masuk kategori berpotensi tinggi mengalami kebakaran sehingga tetap menjadi fokus pengawasan.

Selain itu, BPBD juga mengidentifikasi delapan TPA yang memiliki potensi tinggi mengalami kebakaran. Lokasi tersebut antara lain berada di Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, Klungkung, Buleleng, dan Nusa Penida. Sebagai langkah antisipasi, pendinginan di area TPA telah dilakukan untuk mencegah munculnya titik api.

Di sektor pertanian, BPBD mencatat sekitar 65 hektare lahan sawah berpotensi mengalami kekurangan pasokan air dari total sekitar 665 hektare lahan sawah yang dipantau. Untuk mengantisipasi dampaknya, pemerintah telah menyiapkan pompa irigasi guna menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian yang terdampak.

Sementara itu, kejadian kebakaran rumah menunjukkan tren peningkatan selama satu bulan terakhir. BPBD mencatat sedikitnya 40 kejadian kebakaran di berbagai wilayah Bali, dengan jumlah terbanyak terjadi di Kota Denpasar. "Memang kebakaran rumah tidak sepenuhnya disebabkan oleh musim kemarau, tetapi kondisi cuaca yang panas dapat menjadi faktor pemicu sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati," katanya.

Terkait potensi krisis air bersih, BPBD telah memetakan sebanyak 315 desa yang berpotensi mengalami kekeringan, termasuk sejumlah desa di Kabupaten Karangasem. Namun hingga saat ini belum ada laporan maupun permohonan distribusi air bersih dari masyarakat.

Meski demikian, BPBD telah menyiapkan langkah antisipasi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan program penyediaan air minum dan sanitasi dari pemerintah pusat. Armada mobil tangki air juga disiagakan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk melayani daerah yang mengalami krisis air bersih.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan maupun TPA, serta lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan yang dapat memicu api di lingkungan rumah. Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung cukup panjang.

Bagi petani, pemerintah juga menyarankan penyesuaian pola tanam serta penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering guna meminimalkan risiko gagal panen. "Kesiapsiagaan menjadi kunci agar risiko bencana selama musim kemarau dapat ditekan. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....