BPBD Jembrana Siagakan Sarpras Hadapi Kekeringan

  • 20 Jul 2026 10:51 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana bergerak cepat menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Seluruh sarana dan prasarana (sarpras) distribusi air bersih, mulai dari armada mobil tangki hingga tandon air, kini dalam kondisi siaga penuh dan siap diterjunkan kapan pun masyarakat membutuhkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengungkapkan bahwa langkah taktis ini diambil berdasarkan prediksi BMKG dan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Wilayah selatan khatulistiwa, termasuk Jembrana, diperkirakan akan menghadapi musim kemarau yang berlangsung hingga September mendatang.

"Artinya, dari sisi kesiapan armada dan logistik, kami sudah sangat siap apabila masyarakat membutuhkan bantuan air bersih sewaktu-waktu," tegas Agus Artana, Sabtu 18 Juli 2026.

Sebagai strategi percepatan penanganan, BPBD Jembrana sengaja menarik seluruh tandon air ke kantor pusat. Hal ini dilakukan agar proses distribusi ke titik-titik krisis bisa dilakukan tanpa hambatan birokrasi dan waktu.

Menariknya, Jembrana menjadi satu-satunya kabupaten di Bali yang mendapatkan kepercayaan menerima bantuan tangki air khusus dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di mana secara nasional bantuan ini hanya menyasar 26 kabupaten/kota. Saat ini, BPBD memiliki dua varian tandon siap pakai.

Tandon sedang, kapasitas 2.000 liter untuk mobilitas cepat dan tandon BNPB kapasitas jumbo hingga 5.200 liter untuk wilayah terdampak parah. Meski hingga kini belum ada laporan resmi mengenai warga yang kesulitan air bersih, BPBD tidak mau kecolongan.

Pengawasan ketat mulai diarahkan ke sejumlah desa yang secara historis menjadi langganan kekeringan, antara lain, Desa Manistutu, Desa Tukadaya, Kelurahan Pendem, Desa Mendoyo Dauh Tukad dan Desa Yehembang. Selain untuk konsumsi warga, kesiapan sarpras air ini juga disiagakan sebagai langkah mitigasi kebakaran. BPBD mengantisipasi potensi kebakaran lahan dan kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kerap mengancam saat suhu meningkat drastis di musim kemarau.

Antisipasi kekeringan di Jembrana juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Dalam waktu dekat, Balai Wilayah Sungai (BWS) dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan survei mendalam.

Pemerintah pusat rencananya akan menyalurkan bantuan berupa pembangunan jaringan perpipaan baru serta pengeboran sumur bor di titik-titik krusial. Program ini dirancang tidak hanya demi mengamankan kebutuhan domestik warga, tetapi juga menjaga stabilitas sektor pertanian.

"Bantuan ini nantinya akan menyasar air bersih warga sekaligus mendukung pengairan lahan pertanian. Kita tahu, ketahanan pangan daerah sangat bergantung pada ketersediaan air yang konsisten," pungkas Agus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....