Masyarakat Diminta Tak Buang Sampah ke Subak Demi Cegah Luapan Air
- 13 Jul 2026 11:39 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Seluruh lapisan masyarakat diimbau untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah domestik ke saluran irigasi Subak demi mencegah terjadinya sumbatan akut yang kerap memicu luapan air ke fasilitas umum. Seruan penegakan disiplin lingkungan ini disampaikan langsung Penelaah Kebijakan Teknis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Wayan Suwirta, S.Sos., merespons adanya laporan kasus air meluber hingga merusak akses jalan raya di beberapa kawasan pedesaan akibat pintu air Subak yang dipenuhi oleh sampah plastik.
Wayan Suwirta mengungkapakan kasus sumbatan sampah ini tidak hanya merugikan para pengguna jalan, tetapi juga mengganggu kelancaran pasokan air bersih bagi petak persawahan para petani di hilir. Menurutnya diperlukan kesadaran kolektif dari Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran air, untuk ikut menjaga keasrian lingkungan sesuai filosofi kearifan lokal Bali.
Wayan Suwirta, mengingatkan bahwa kedisiplinan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar aliran Subak, memegang peranan utama dalam mencegah bencana. "Tolong awasi lingkungan kita, karena jangan-jangan air melimpah ke jalan akibat kebiasaan kurang baik Masyarakat, yang membuang sampah sembarangan “ ujar Wayan Suwirta ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Kamis, 9 Juli 2026.
Wayan Suwirta menyatakan kelestarian sistem irigasi tradisional, tidak akan bisa terwujud secara maksimal, jika hanya mengandalkan kerja keras dari krama Subak dan pemerintah semata. Gerakan kebersihan massal di tingkat banjar perlu digalakkan Kembali, guna membersihkan saluran air secara berkala sebelum memasuki musim basah.
BPBD Bali juga terus berupaya mengintegrasikan kearifan lokal gotong royong ini, ke dalam program pembentukan Desa Tangguh Bencana di seluruh wilayah kabupaten dan kota. Kerangka kerja berbasis masyarakat ini dinilai lebih efektif, karena menempatkan warga lokal sebagai garda terdepan penanggulangan risiko krisis lingkungan.
Wayan Suwirta menegaskan bahwa keselamatan sebuah wilayah dari ancaman bencana, sangat bergantung pada seberapa peduli manusianya dalam memperlakukan alam. "Mari kita mengenal dan menjaga alam kita sendiri dengan membuat aturan yang baik, agar masyarakat selamat dari segala macam risiko bencana," ucap Wayan Suwirta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....