Pelepasan tukik dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan STIMI HANDAYANI Denpasar di Pantai Muntig Siokan, Sabtu 11 Juli 2026. (Foto: RRI/Hikmat)
RRI.CO.ID, Denpasar - Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) HANDAYANI Denpasar menggelar Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Pengabdian kepada Masyarakat. PkM kali ini dilakukan dengan pelepasan tukik dan aksi bersih-bersih sampah di Pantai Muntig Siokan, Sabtu 11 Juli 2026.
Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.Hum., menjelaskan, PkM ini juga diisi dengan Pelatihan terkait Peningkatan Kapasitas Manajerial bagi Pokdarwis. Tidak hanya untuk Pokdarwis, pelatihan ini diharap berimplikasi positif bagi kapasitas dan kemampuan mahasiswa STIMI HANDAYANI Denpasar.
"Mengapa Desa Sanur Kauh?, karena desa diinstruksikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjadi desa dampingan dari STIMI HANDAYANI," katanya kepada RRI.CO.ID, di sela-sela kegiatan, Sabtu 11 Juli 2026.
"Kebetulan kami dari tahun 2021 mendapatkan tugas dari kementerian dalam bentuk perjanjian dan dalam bentuk keputusan dari waktu itu Pak Menterinya masih Sandiaga Uno," imbuhnya.
Ketua STIMI HANDAYANI Denpasar, Dr. Drs. Ni Ketut Karwini, M.M., ditempat yang sama menyampaikan, PkM ini melibatkan 125 sivitas. Kegiatan diproyeksikan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sanur Kauh.
"Khususnya pelayanan di sini, di Taman Inspirasi Muntig Siokan. Supaya ke depannya bisa memberikan manfaat yang baik kepada masyarakat," ujarnya.
Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah VIII, Dr. Ir. I Nyoman Bagus Suweta Nugraha menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan STIMI HANDAYANI Denpasar. Ia berharap aktivitas yang sama bisa ditiru Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lain di Bali.
"Karena memang ini merupakan kegiatan yang menjadi luaran terhadap pelaksanaan pelaporan indikator kinerja utama dari Perguruan Tinggi," katanya.
"Pelaporan ini langsung disampaikan Perguruan Tinggi dan akan dimonitor oleh kementerian. Di sini akan dicek bagaimana Perguruan Tinggi bisa aktif melaksanakan keilmuannya, terutama mendukung capaian SDGs," sambungnya.
Wakil Bendesa Adat Intaran, Ida Bagus Anom Windu mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Ia menilai, langkah tersebut sejalan dengan program Desat Adat Intaran yang kini fokus mengoptimalkan potensi di Pantai Muntig Siokan.
"Desa Adat itu sangat mendukung yang namanya pemberdayaan di desa wisata," ucapnya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sanur Kauh, I Nyoman Sumerdana menyampaikan sejumlah hal yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan aktivitas di Pantai Muntig Siokan. Salah satunya adalah promosi, baik kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.
"Promosi sangat penting untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke Pantai Muntig Siokan ini," katanya.