Bali Future Lab Bahas Isu Keberlanjutan Pariwisata Bali ditengah Kemajuan AI
- 09 Jul 2026 22:12 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar-Sejumlah permasalahan menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan pariwisata Bali kedepan. Dari masalah sampah hingga kemajuan teknologi dibahas dalam diskusi panel yang diselenggarakan Bali Future Lab bekerjasama dengan BIM University. Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pelaku industry dan startup, komunitas inovasi serta praktisi teknologi yang membahas arah transformasi pariwisata Bali dimasa depan.
Bali Future Lab merupakan forum kolaboratif yang mengangkat tema besar mengenai masa depan industri pariwisata melalui inovasi, teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability).

Ketua Bali Future Lab 2026 Silvia Ratna ketika membuka kegiatan ini di Denpasar, Kamis 9 Juli 2026 mengatakan kemajuan tekonoli AI sekarang ini banyak berpengaruh terhadap kehidupan manusia termasuk pariwisata. Namun kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan keberlangsung atau keberlanjutan. Keberlanjutan bagi Bali adalah menjaga alam, budaya dan kualitas hidup masyarakat. Yang menjadi kekuatan utama bagi Bali. Ditengah kemajuan teknologi atau AI saat ini pariwisata sebagai tulang punggung Bali mau tidak mau masuk kedalam dunia digital.
“Karena customer atau para pelancong semua sudah berbasis AI. Mereka itu datang berbasis AI. Maka dari itu diindustrinya jug harus bisa mengadaptasi hal-hal tersebut. Harapannya dari inovsi-inovasi kita gelar diisini bisa menjadi solusi –solusi baik bagi pelaku industri. Mereka bisa menawarkan sesuatu yang berbasis AI,”ucapnya.
Silvia Ratna berharap melalui kegiatan ini tidak hanya berhenti pada ide-ide saja tetapi dapat menghadirkan solusi bagi tantangan-tantangan yang ada saat ini. Dikatakan, yang harus disiapkan sekarang adalah SDm yang akan mengisi masa depan pariwisata. Menurutnya keberlanjutan adalah fondasi menjaga alam dan kualitas hidup masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, Bali Future Lab 2026 diharapkan menjadi pendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Salah seorang narasumber dari diskusi panel tersebut Ketua Umum BVA DPD Bali, Dr. Drs. H. Ismoyo Sumarlan, M.Par menyampaikan terkait maraknya vila bodong atau vila tidak berijin saat ini. Menurutnya dengan adanya kecanggihan AI saat ini, sangat membantu dalam melacak keberadaan villa bodong tersebut.
“Sangat gampang mencari villa-villa bodong itu dengan IT. Kita cek disosial medianya dia digoogle map itu ketahuan semua,”ucapnya.
Ismoyo mengatakan keberadaan villa bodong ini sangat merugikan karena tidak memiliki ijin sehingga tidak membayar pajak. Karena itu ia mendorong agar villa-villa bodong ini segera ditutup karena keberadaannya tidak memberikan kontribusi kepada daerah.
Bali Future Lab juga menjadi wadah kolaborasi lintas sektor melalui penyelenggaraan Hackathon Bali Future Lab 2026, yakni kompetisi inovasi yang mengajak peserta mengembangkan solusi nyata berbasis teknologi untuk menjawab berbagai tantangan industri pariwisata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....