Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan Meriahkan PKB dengan Angklung Kebyar
- 02 Jul 2026 07:17 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Kesenian Angklung Kebyar persembahan dari Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan, Legian duta Kabupaten Badung memukau pengunjung Pesta Kesenian Bali di Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu 1 Juli 2026. Kendati pementasan kesenian tradisonal ini baru dimulai pukul 15.00 Wita, namun antusiasme penonton sudah terlihat sebelum pementasan tersebut berlangsung.
Perwakilan Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan, Legian duta Kabupaten Badung I Made Nova Antara kepada RRI.CO.ID di Taman Budaya Provinsi Bali mengatakan, kesenian angklung kebyar menjadi salah satu bentuk kreativitas seni tradisi yang populer yang terus dilestarikan melalui Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan masing – masing daerah di Bali memiliki variasi nada angkung kebyar ini yang menggunakan instrumen berbilah 4 (laras selendro), bilah 8 dengan laras 5 nada yang memberikan nuansa lebih meriah.
Nova Antara mengatakan, melalui PKB ini para seniman mendapatkan ruang mengeksplorasi ide maupun inovasi dengan tetap mengedepankan unsur kesenian tradisional, klasik dan sacral. "Kesenian Angklung Kebyar ini merupakan kesenian tradisional biasanya mengiringi uapcara Pitra Yadnya dengan keklentangannya, namun saat ini sudah ada kreasinya yang dikembangkan yang tentunya tetap berpedoman pada pakem tradisinya tidak lepas dari itu," ujarnya.
Dalam pementasan tersebut, seniman duta Kabupaten Badung menampilkan sejumlah garapan diantaranya Tari Wiranata, Tabuh Keklentengan Manuk Dewata, Tari Kreasi Luwih Linggih dan Tabuh Kreasi Ugal Agil. Tari wiranata merupakan tari kreasi kekebyaran yang memiliki tema heroik dengan menggambarkan kegagahan keperwiraan dan keagungan seorang raja yang sedang memimpin pasukan dimedan peperangan dengan permainan mata yang tajam memperkuat karakter dramatis yang dibawakan penari.
Tabuh Keklentengan Manuk Dewata dimana merupakan simbol burung suci dalam agama hindu sebagai pengantar roh atma menuju surga. Manuk Dewata dianggap wahana atau kendaraan bagi Atman yang telah meninggal agar perjalanannya menuju alam Swah Loka lancar tanpa hambatan.
Tari Kreasi Luwih Linggih merupakan karya tari yang terinspirasi dari proses penyempurnaan Sang Atma dalam rangkaian Pitra Yadnya di Bali. Luwih Linggih merefleksikan transformasi spiritual Sang Atma yang dimaknai sebagai doa dan pemuliaan.
Serta Tabuh Kreasi Ugal Agil yang menggambarkan perjalanan sang atman setelah lepas dari raga. Dinamika Ugal Agil digunakan dalam permainan kebyar yang berubah-ubah secara mendadak menirukan gerakan jembatan yang goyah. Karya ini merupakan pengingat filosofi setiap perbuatan didunia akan menjadi penentu dalam perjalanan spiritual dialam selanjutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....