Aktualisasi Nilai Bung Karno, Bawaslu Bali Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi
- 01 Jul 2026 07:02 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Penutupan Bulan Bung Karno VII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Selasa 30 Juni 2026 tidak hanya menjadi ruang refleksi atas warisan pemikiran Proklamator Bangsa, tetapi juga momentum untuk menegaskan kembali pentingnya menjaga demokrasi melalui nilai-nilai yang diwariskannya. Bagi Bawaslu Provinsi Bali, semangat tersebut tidak berhenti sebagai penghormatan historis, melainkan menjadi landasan moral dalam menghadapi agenda demokrasi berikutnya, yakni Pemilu Tahun 2029.
Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, yang hadir dalam penutupan Bulan Bung Karno VII, menyampaikan bahwa nilai-nilai perjuangan Bung Karno tetap memiliki relevansi yang kuat terhadap penyelenggaraan demokrasi saat ini. Menurutnya, demokrasi tidak cukup dipahami sebagai prosedur elektoral semata, tetapi juga harus dijalankan dengan semangat menjaga persatuan, kedaulatan rakyat, serta keberpihakan pada kepentingan bangsa.
"Semangat Bung Karno mengajarkan bahwa demokrasi harus menjadi alat untuk mewujudkan keadilan sosial dan memperkuat persatuan bangsa. Nilai-nilai itu menjadi pengingat bagi seluruh elemen, termasuk penyelenggara pemilu, agar menjalankan tugas dengan integritas, independensi, dan selalu berpihak pada kepentingan demokrasi," ujar Suguna usai menghadiri penutupan Bulan Bung Karno VII.
Ia menilai tantangan demokrasi ke depan akan semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi, percepatan arus komunikasi digital, hingga meningkatnya polarisasi di ruang publik menuntut lembaga pengawas pemilu untuk terus beradaptasi. Karena itu, menurut Suguna, aktualisasi nilai perjuangan Bung Karno tidak hanya diwujudkan melalui seremoni peringatan, tetapi diterjemahkan dalam kerja-kerja kelembagaan yang mampu menjawab dinamika zaman.
Dalam konteks menghadapi Pemilu Tahun 2029, Suguna menegaskan bahwa Bawaslu Bali telah mulai membangun berbagai langkah persiapan sejak dini. Masa jeda antartahapan pemilu dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas pendidikan politik kepada masyarakat, serta mengembangkan strategi pengawasan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
"Pemilu 2029 memang masih beberapa tahun lagi, tetapi kualitas pengawasan tidak dibangun secara instan. Momentum ini kami manfaatkan untuk memperkuat fondasi organisasi, meningkatkan kompetensi jajaran, sekaligus membangun partisipasi masyarakat agar pengawasan pemilu menjadi tanggung jawab bersama," katanya.
Menurut Suguna, keberhasilan pengawasan pemilu tidak hanya ditentukan oleh kesiapan lembaga pengawas, melainkan juga bergantung pada tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga integritas proses demokrasi. Karena itu, Bawaslu Bali akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari perguruan tinggi, komunitas, organisasi masyarakat sipil, hingga generasi muda sebagai bagian dari strategi penguatan pengawasan partisipatif.
Ia berharap semangat yang diwariskan Bung Karno dapat terus menjadi inspirasi dalam membangun demokrasi Indonesia yang semakin matang. Demokrasi, kata Suguna, bukan sekadar menghasilkan pemimpin melalui pemungutan suara, tetapi memastikan seluruh prosesnya berlangsung jujur, adil, dan berpijak pada kepentingan rakyat.
Melalui refleksi Bulan Bung Karno VII, Bawaslu Bali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas penyelenggaraan pemilu. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan sang Proklamator dipandang sebagai modal etik yang tetap relevan dalam memperkuat kualitas demokrasi Indonesia, termasuk menyongsong penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....