Gen Z Diajak Terjun ke Pertanian Kakao, Prospeknya kian Menjanjikan
- 29 Jun 2026 07:46 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Sektor pertanian kakao dinilai memiliki prospek cerah dan berpotensi menjadi pilihan karier bagi generasi muda. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, budidaya kakao juga didukung perkembangan teknologi budidaya yang membuat pengelolaannya semakin efisien.
Agronomis PT Bali Coklat Junglegold Bali, Awe Karan, kepada RRI.CO.ID, Kamis, 18 Juni 2026 mengaku ketertarikannya pada kakao berawal sejak kecil saat membantu kakek dan nenek berkebun di Jembrana. Pengalaman tersebut kemudian membawanya memilih jurusan pertanian saat kuliah dan mendalami bidang kakao secara profesional sejak 2020.
"Saya melihat masa depan yang baik, masa depan yang oke dalam berkebun kakao. Jadi pada saat kuliah, saya pilih pertanian dan fokusnya di kakao," ujarnya.
Menurut Awe, kondisi perkakaoan di Indonesia, khususnya Bali, saat ini menunjukkan perkembangan positif. Produktivitas meningkat seiring masuknya teknologi dan informasi kepada petani, mulai dari penggunaan varietas unggul, teknik penanaman, pemangkasan hingga pemanenan.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian yang selama ini identik dengan pekerjaan generasi tua. "Harus tertarik," ungkapnya saat ditanya mengenai peluang generasi Z menekuni usaha kakao.
Awe menambahkan, kawasan Bali Barat, khususnya Kabupaten Jembrana, memiliki kondisi tanah, iklim, dan ketinggian wilayah yang sangat sesuai untuk pengembangan kakao. Didukung penggunaan klon unggul yang tahan hama dan memiliki produktivitas tinggi, kakao kini menjadi salah satu komoditas favorit petani.
Ia sendiri telah melanjutkan usaha keluarga dengan merehabilitasi kebun kakao yang ditanam sejak 1996 melalui peremajaan tanaman menggunakan klon unggul. "Beberapa kebun sudah saya rehabilitasi, saya remajakan, saya potong, lalu saya tanam lagi ulang," katanya.
Awe berharap semakin banyak anak muda melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan, bukan sekadar pekerjaan tradisional. Menurutnya, dengan dukungan inovasi, teknologi, dan akses pasar yang lebih baik, kakao dapat menjadi komoditas yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menarik minat generasi muda untuk membangun pertanian Bali yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....