Ida Bagus Blangsinga Jadi Teladan Pelestarian Seni Bali

  • 29 Jun 2026 07:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Semangat pelestarian seni tradisi Bali dinilai harus terus diwariskan kepada generasi muda melalui keteladanan para maestro seni. Salah satu sosok yang dinilai meninggalkan warisan berharga bagi perkembangan seni pertunjukan Bali adalah almarhum Ida Bagus Blangsinga.

Kurator Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48, Prof. Dr. I Made Bandem, mengatakan Ida Bagus Blangsinga merupakan seniman yang tidak hanya piawai berkarya, tetapi juga memiliki dedikasi tinggi dalam membina generasi penerus seni Bali.

Menurut Bandem, dirinya telah mengenal Ida Bagus Blangsinga sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Keduanya bahkan pernah menari bersama sehingga ia memahami secara langsung karakter dan ketekunan sang maestro dalam berkesenian.

"Beliau memang seorang profesional, seorang guru yang senang mendidik anak-anak generasi muda. Beliau memiliki ciri tersendiri sebagai penari Kebyar Duduk yang profesional," ujar Bandem saat menyaksikan pagelaran A Tribute to Ida Bagus Blangsinga yang dipersembahkan Sanggar Griya Tetamian Kabupaten Gianyar.

Bandem menjelaskan, Ida Bagus Blangsinga mengembangkan gaya tari Kebyar Duduk melalui proses belajar yang tekun. Meski tidak belajar secara langsung dari I Mario Tabanan, ia mampu mengamati dan mengembangkan gaya tari yang kemudian menjadi ciri khasnya.

Ia juga menyebut kiprah Ida Bagus Blangsinga tidak hanya di Bali, tetapi juga di Jakarta sebagai pendidik. Hingga akhir hayatnya, banyak murid dari berbagai negara belajar kepadanya dan mendokumentasikan gaya tari yang dimilikinya.

"Beliau seorang guru, seorang pembina, dan ingin sekali selalu melestarikan seni dan budaya. Nilai perjuangan itulah yang kita butuhkan untuk menuntun anak-anak belajar kesenian dan melestarikan budaya Bali," katanya.

Bandem mengapresiasi upaya keluarga dan Sanggar Griya Tetamian yang terus mewariskan karya-karya Ida Bagus Blangsinga kepada generasi muda. Menurutnya, regenerasi yang melibatkan anak-anak hingga generasi penerus menjadi kunci keberlanjutan seni tradisi Bali.

Ia berharap generasi muda tetap mencintai dan mempelajari tari-tarian klasik Bali sebagai identitas budaya. Dengan demikian, modernisasi tidak akan menghilangkan jati diri masyarakat Bali maupun Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....