Bawaslu Bali Ingatkan Bahaya Polarisasi Politik Pascapemilu

  • 29 Jun 2026 07:23 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Tabanan – Stabilitas demokrasi pascapemilu sangat bergantung pada kedewasaan seluruh elemen masyarakat dalam menyikapi hasil pemilu secara konstitusional. Perbedaan pilihan politik dalam demokrasi merupakan hal yang wajar yang harus ditempatkan dalam kerangka persatuan dan kepentingan kebangsaan.

Hal itu dikatakan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Provinsi Bali I Wayan Wirka saat Launching Ruang Layanan PPID Bawaslu Tabanan, Kamis 25 Juni 2026. “Hasil pemilu adalah manifestasi kedaulatan rakyat melalui mekanisme demokratis yang sah. Penerimaan terhadap hasil tersebut menjadi komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan demokrasi yang tertib dan stabil,” ujarnya

Wirka menilai berakhirnya tahapan pemilu tidak serta-merta mengakhiri tanggung jawab publik. Menurutnya, dalam fase ini, seluruh elemen masyarakat berperan menjaga kondusivitas politik dan mendukung keberlanjutan agenda pembangunan nasional sesuai mandat rakyat.

Ia juga menekankan, pemerintahan hasil pemilu perlu diberi ruang untuk menjalankan visi, misi, dan program yang telah disampaikan saat kampanye. Hal itu merupakan bagian dari siklus akuntabilitas dalam demokrasi sehat. Wirka mengingatkan demokrasi tidak berhenti pada pemungutan suara, partisipasi publik tetap krusial melalui pengawasan, kritik, dan masukan konstruktif terhadap jalannya pemerintahan.

“Demokrasi butuh keterlibatan warga aktif. Kritik yang membangun justru memperkuat kualitas kebijakan dan tata kelola pemerintahan,” tuturnya.

Wirka juga mengajak masyarakat menjaga ruang publik tetap sehat dan tidak terjebak polarisasi politik. Menurutnya, pasca Pemilu, solidaritas sosial menjadi kunci merawat demokrasi stabil dan berkelanjutan. “Tantangan utama pascapemilu bukan pada perbedaan politik itu sendiri, melainkan pada kemampuan kolektif mengelola perbedaan agar tidak mengganggu kohesi sosial dan arah pembangunan nasional,” ujar Wirka.

Wirka menambahkan, demokrasi harus menjadi sarana bersama memperkuat persatuan sekaligus mendorong kemajuan bangsa, dengan tetap membuka ruang bagi kritik yang bertanggung jawab

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....