Dokumentasi dan Teknologi Digital Perkuat Rekonstruksi Kesenian Langka Bali
- 25 Jun 2026 12:49 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Rekonstruksi kesenian langka di Bali perlu dilakukan dengan berbasis data yang valid agar bentuk kesenian yang dihidupkan kembali tetap autentik. Dokumentasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya yang mulai langka.
Guru Besar Bidang Ilmu Musik Vokal ISI Bali, Prof. Dr. Desak Made Suarti Laksmi, S.S.Kar., M.A., mengatakan rekonstruksi harus didukung sumber data seperti foto, video, manuskrip, lontar, dan arsip. Menurutnya, seluruh proses harus didasarkan pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan agar hasil rekonstruksi mendekati bentuk aslinya.
"Rekonstruksi harus didasarkan pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Kalau tidak ada sumber data, bagaimana kita bisa menampilkan kembali kesenian yang sudah kehilangan jejak," ujar Prof. Desak.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama ISI Bali, Prof. Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum., juga mengatakan perkembangan teknologi dan digitalisasi kini mempermudah proses rekonstruksi karena tersedia dokumentasi visual maupun audio yang lebih lengkap. Ia menilai foto, video, hingga rekaman musik menjadi referensi penting dalam membangun kembali kesenian yang hampir punah.
"Kalau dulu dengan terbatasnya sumber data rekonstruksi menjadi sulit dilakukan. Sekarang dengan digitalisasi, kita sudah memiliki foto, video, hingga rekaman musik yang sangat membantu membangun kembali kesenian yang hampir punah," jelas Prof. Sudirga.
Melalui dokumentasi yang semakin lengkap dan dukungan teknologi digital, proses rekonstruksi kesenian langka diharapkan semakin mudah dilakukan. Hal ini sekaligus menjadi upaya memperkuat pelestarian seni tradisi Bali agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....