Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS Tekan Kesejahteraan Petani Indonesia
- 22 Jun 2026 07:36 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Peringatan Hari Krida Pertanian 2026 menjadi momentum untuk menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi petani dalam meningkatkan kesejahteraannya. Salah satunya adalah dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang turut mendorong kenaikan biaya produksi pertanian.
Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Amerta Giri Lesung, I Kadek Agus Indrawan mengatakan, menguatnya dolar berpengaruh terhadap harga sejumlah sarana produksi pertanian yang diimpor, mulai dari pupuk, benih hingga alat dan mesin pertanian. Kondisi ini membuat biaya yang harus dikeluarkan petani semakin besar.
"Biaya produksi terus meningkat, apalagi saat dolar menguat. Itu sangat berpengaruh pada sektor pertanian, terutama pada pupuk, benih, dan alsintan,," ujar I Kadek Agus Indrawan, Sabtu, 20 Juni 2026.
Menurut Agus, di tengah kenaikan biaya produksi, sebagian besar petani masih menghadapi persoalan pendapatan yang relatif rendah. Selain itu, petani juga harus menghadapi fluktuasi harga hasil panen, kepemilikan lahan yang terbatas, serta risiko perubahan iklim yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian.
"Petani masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kepemilikan lahan yang relatif sempit, harga hasil panen yang sering berfluktuasi, kenaikan harga pupuk, benih, sarana produksi, hingga dampak perubahan iklim yang meningkatkan risiko gagal panen," katanya.
Meski demikian, Agus menilai penguatan dolar juga dapat memberikan keuntungan bagi petani yang mengembangkan komoditas ekspor karena nilai jual produknya berpeluang meningkat. Menurutnya, akses permodalan yang lebih mudah dan jaminan harga hasil panen diperlukan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Reporter RRI Denpasar Septiyani Kinasih melaporkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....