Potensi Hulu Migas Indonesia, Pengelolaan Harus Perhatikan Kelestarian Laut

  • 22 Jun 2026 08:17 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Potensi hulu minyak dan gas (migas) Indonesia dinilai masih sangat besar, baik di wilayah daratan maupun perairan. Pemanfaatannya diharapkan mampu mendukung ketahanan energi nasional, namun tetap harus memperhatikan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan laut.

Direktur Pemanfaatan Ruang Kolom Perairan dan Dasar Laut Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Didit Eko Prasetiyo kepada RRI mengatakan penataan ruang laut untuk sektor hulu migas harus dilakukan secara terencana agar tidak menimbulkan dampak terhadap ekosistem.

"Potensi hulu migas sangat besar, namun bagaimana kegiatan hulu migas ini tidak menimbulkan masalah dari keluarnya karbon, bagaimana kita menyimpan, nah ini yang kita coba diskusikan," ujarnya.

Didit menegaskan, pengelolaan ruang laut harus mampu mengakomodasi kebutuhan pengembangan sektor energi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem. Untuk itu, pemerintah terus mendorong sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha agar pemanfaatan potensi hulu migas dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Kalau secara ekologi, kawasan yang dipilih berada di wilayah offshore dengan kedalaman yang cukup besar. Semakin dalam laut, ekosistemnya semakin sedikit, sehingga diharapkan dampak terhadap ekosistem pesisir juga dapat diminimalkan," jelasnya.

Sebagai salah satu upaya mendukung pengembangan hulu migas yang ramah lingkungan, pemerintah mulai mengembangkan penerapan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) untuk menyimpan emisi karbon di bawah dasar laut. Menurut Didit, teknologi tersebut masih terbatas penerapannya di wilayah laut, namun diharapkan dapat menjadi bagian dari pengelolaan ruang laut yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....