Lapas Kerobokan Tingkatkan Edukasi Pencegahan Hantavirus bagi Warga Binaan
- 17 Jun 2026 10:21 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan terus memperkuat pembinaan kesehatan bagi warga binaan melalui kegiatan penyuluhan mengenai pencegahan dan penanggulangan Hantavirus. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pemasyarakatan yang sehat sekaligus mendukung pemenuhan hak dasar warga binaan di bidang kesehatan.
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026, di Wantilan Drona Lapas Kelas IIA Kerobokan dan diikuti oleh 80 warga binaan yang merupakan perwakilan dari setiap kamar hunian. Penyuluhan dipimpin oleh Kasubsie Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan bersama dokter Lapas dengan menghadirkan narasumber dari UPTD Puskesmas Kuta Utara, yakni dr. I Gusti Ayu Ari Kusuma Dewi dan I Gusti Ayu Ratih Uthami, A.Md.Keb.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan Hantavirus, cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, langkah penanganan, hingga upaya pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan lapas. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyakit.
Penyuluhan ini juga sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, khususnya pada poin ke-13 mengenai layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Tunggu Buono, menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan bagian penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan lapas.
"Kami berharap warga binaan memahami risiko, gejala, dan langkah pencegahan Hantavirus sehingga mampu berperan aktif menjaga kesehatan diri serta lingkungan hunian. Pembinaan yang baik harus berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan yang optimal," ujarnya.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek pembentukan karakter dan keterampilan, tetapi juga harus didukung oleh kondisi kesehatan yang baik agar proses reintegrasi sosial dapat berjalan optimal. Sementara itu, melalui penyuluhan yang disampaikan oleh tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Kuta Utara, warga binaan diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali gejala penyakit, memahami mekanisme penularan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan lapas.
Pihak penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan warga binaan tentang Hantavirus sekaligus mendorong kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan penularan penyakit. Melalui kegiatan edukasi kesehatan ini, Lapas Kelas IIA Kerobokan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga binaan, dengan meyakini bahwa lingkungan yang sehat menjadi fondasi penting bagi terciptanya perubahan perilaku yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....