Wamen Transmigrasi: Kelanjutan Ekspedisi Patriot Terjunkan 1.574 Peserta

  • 17 Jun 2026 10:42 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Kementerian Transmigrasi kembali melanjutkan Program Ekspedisi Patriot pada tahun 2026 dengan fokus mengimplementasikan hasil riset yang telah dilakukan pada pelaksanaan sebelumnya. Sebanyak 1.574 peserta dari berbagai perguruan tinggi akan diterjunkan ke 54 kawasan transmigrasi di Indonesia untuk mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Saat ditemui RRI.CO.ID usai menghadiri agenda KAHMI di Hotel Puri Ayu, Denpasar, Jumat, 13 Juni 2026, Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi mengatakan pelaksanaan Ekspedisi Patriot tahun ini berbeda dengan tahap sebelumnya karena lebih menitikberatkan pada implementasi rekomendasi hasil penelitian yang telah disusun pada tahun 2025. "Kalau Tim Ekspedisi Patriot itu kita tugaskan di 54 kawasan transmigrasi. Ada sekitar 1.574 peserta yang kita terjunkan, yang berasal dari seluruh perguruan tinggi dengan mitra 10 perguruan tinggi nasional dan beberapa perguruan tinggi daerah," ujarnya.

Menurutnya, program tersebut bertujuan menerapkan berbagai inovasi yang telah dihasilkan sebelumnya agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat di kawasan transmigrasi. "Tujuannya adalah untuk melakukan implementasi dari riset-riset yang telah dilakukan pada Tim Ekspedisi Patriot tahap pertama tahun 2025. Itu kan sudah ada rekomendasi dan hasilnya. Nah, kita akan melakukan implementasi dari rekomendasi itu dalam rangka untuk pengembangan inovasi dan penggunaan teknologi tepat guna yang ada di seluruh kawasan sesuai dengan produk unggulan di kawasan transmigrasi itu," katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan transmigrasi tidak hanya diarahkan pada sektor tanaman pangan, tetapi juga mencakup sektor lain yang memiliki potensi ekonomi. "Orientasinya bukan semata-mata untuk tanaman pangan, tetapi juga bisa maritim, perkebunan, dan lain sebagainya. Jadi nanti akan kita lihat setelah kita terjunkan," jelasnya.

Viva Yoga menambahkan, pemerintah ingin menghadirkan sumber daya manusia yang mampu berkolaborasi dengan masyarakat lokal untuk mengembangkan potensi daerah secara berkelanjutan. "Ada upaya dari Kementerian Transmigrasi untuk menerjunkan sumber daya manusia di kawasan transmigrasi dalam rangka mempercepat tumbuhnya pertumbuhan ekonomi baru yang berkolaborasi dengan kemampuan masyarakat lokal untuk bisa menciptakan kreasi, inovasi, pertumbuhan yang dapat meningkatkan kemakmuran di kawasan transmigrasi," ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan kawasan transmigrasi harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas dan tidak hanya dirasakan oleh satu kawasan permukiman. "Kita menginginkan di kawasan transmigrasi itu dibangun sebuah sistem pertumbuhan ekonomi yang dampaknya bukan hanya pada satuan pemukiman, tetapi juga masyarakat lokal sesuai dengan hasil dan produk unggulan masing-masing di kawasan transmigrasi," tambahnya.

Program Ekspedisi Patriot 2026 diharapkan menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....