Puluhan Gempa Guncang Bali, Namun Tidak Dirasakan Masyarakat
- 17 Jun 2026 10:24 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pasca diguncang puluhan Gempabumi pada awal akhir Mei 2026, wilayah Bali dan sekitarnya kembali dilanda gempa bumi pada periode minggu pertama bulan Juni ini. Stasiun Geofisika Denpasar mencatat telah terjadi 68 kejadian gempabumi yang didominasi gempa dangkal.
Ahli Pertama Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harits kepada RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, puluhan gempa bumi yang mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya itu sebagian besar merupakan gempa dangkal dengan magnitudo bervariasi mulai dari 1.3 sampai M 4.1. Ia menjelaskan, kejadian gempabumi dengan magnitudo kurang dari 3 sebanyak 61 kejadian atau 89 persen dari total kejadian gempabumi.
Sedangkan gempa bumi dengan mangnitufo kurang dari 3 hingga kurang dari 5 sejumlah 7 kejadian atau 10 persen dari total kejadian gempabumi dan tidak terdapat kejadian gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5. “Puluhan Gempabumi kembali mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya sepanjang periode minggu pertama bulan Juni 2026. Namun tidak dirasakan masyarakat Bali karena gempa yang terjadi didominasi gempa dangkal,” ujarnya.
Sementara, berdasarkan kedalaman gempa, Muhammad Azany Harits mengungkapkan, kejadian gempabumi kurang dari 60 km sebesar 77 persen dari total kejadian gempabumi. Ia menjelaskan, gempabumi dangkal sebanyak 53 kejadian gempabumi, terdapat 13 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah antara 60 - 300 km atau 19 persen dari total kejadian gempabumi, dan kejadian gempa dalam sejumlah 2 kejadian atau 2 persen dari total kejadian gempabumi.
“Gempabumi dangkal sebanyak 53 kejadian gempabumi, terdapat 13 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah dan kejadian gempa dalam sejumlah 2 kejadian gempabumi,” tuturnya.
Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar selama minggu pertama bulan Juni 2026, di daerah Bali dan sekitarnya telah terjadi 68 kejadian gempabumi. Selama periode ini, gempabumi yang terjadi tercatat 37 kejadian gempabumi melanda selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia.
Serta 31 kejadian gempabumi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya yang berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores dan aktivitas sesar aktif. Selama periode ini tidak terdapat kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di Bali dan wilayah sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....