Gubernur Koster Lepas Peed Aya Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026
- 14 Jun 2026 07:37 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Sebanyak 3.430 seniman tradisional dari 9 kabupaten/kota di Bali menunjukkan kreativitasnya dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali ke 48 tahun 2026 dengan mengusung tema “Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha” dalam garapan tematik di Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi Denpasar, Sabtu 13 Juni 2026. Pelepasan Ped Aya tahun 2026 itu ditandai dengan pemukulan kulkul atau kentongan yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi Denpasar.
Peed Aya ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati dan Wakil menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Peed Aya simbol dari Pemuliaan Jiwa Manusia menuju keadaan yang paripurna, jernih dan suci itu diawali Tari Siwa Nataraja lambang dari Pesta Kesenian Bali dengan atraksi tematik Maha Merdangga Kalpa.
Salah seorang warga asal. Tabanan I Gusti Ngurah Agung Adhi Wirawan di sela – sela menyaksikan Peed Aya Pesta Kesenian Bali ke 48 di Denpasar mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Bali menjaga kekayaan seni budaya Pulau Dewata. Ia mengaku bangga Bali menjadi salah satu Provinsi di Indonesia yang mampu mempertahankan keberagaman seni dan budayanya yang tidak lengkang oleh waktu.
Bahkan kesenian budaya itu mengakar turun temurun dengan kesadaran dan semangat masyarakat Bali menjaga warisan leluhur tersebut dan menjadikan Bali dikenal dunia internasional dengan keunikan seni, budaya, adat istiadat serta kemajemukan di dalamnya. “Sangat luar biasa sekali Peed Aya Pesta Kesenian Bali tahun ini, saya sangat bangga bisa menyaksikan pawai budaya ini, apalagi semua Kabupaten/kota menampilkan seni budaya ciri khasnya masing – masing,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan warga Denpasar Ni Wayan Emi Purnayanti. Ia turut mengapresiasi pelestarian seni budaya yang dikemas dalam Pesta Kesenian Bali yang membuktikan konsistensi Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota memfasilitasi para seniman tradisional. “Saya sangat antusias setiap menonton peed aya karena keberagaman seni budaya yang dimiliki Pulau Dewata. Terlebih juga disediakan tribun, sehingga dapat dengan nyaman menonton pawai budaya,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....