Jaya Negara Dampingi Gubernur Koster pada Tawur Tabuh Gentuh di Pura Segara Rupek

  • 13 Jun 2026 12:48 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Buleleng – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri prosesi Upacara Tawur sebagai rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Tabuh Gentuh, Mapadudusan Agung, dan Manawa Ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dan Pura Taman Beji Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Jumat 12 Juni 2026. Prosesi upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba, Ida Pedanda Gede Badjra Sikara Yoga, Ida Rsi Bhujangga Hari Dantam, dan Ida Pedanda Gede Putra Shidanta Manuaba.

Jaya Negara menjelaskan bahwa pelaksanaan karya agung tersebut dilaksanakan setelah rampungnya pembangunan Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek yang memperoleh dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi Bali. Ia mengungkapkan, lima tahun lalu telah dilaksanakan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, dan Melaspas Alit.

Setelah berbagai tahapan tersebut rampung, tahun ini umat kembali melaksanakan Karya Mapadudusan Agung Manawa Ratna sebagai bagian dari penyempurnaan rangkaian yadnya. “Pelaksanaan karya ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya bersama menjaga kesucian pura sebagai pusat spiritual umat. Semangat ngayah dan gotong royong yang ditunjukkan masyarakat patut dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, seluruh rangkaian pujawali dipuput dengan Wiku Yajamana Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba dan Tapini Karya Ida Pedanda Istri Anom. Karya agung tersebut diharapkan mampu menghadirkan vibrasi kebaikan bagi umat, masyarakat, dan alam semesta.

Selain sebagai bentuk bhakti dan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan yadnya juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, serta semangat ngayah yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Jaya Negara turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali, para kepala daerah se-Bali, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan karya.

Menurutnya, nilai-nilai Tri Hita Karana yang diwujudkan dalam yadnya tersebut tetap relevan sebagai landasan menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Sementara itu, puncak Karya Padudusan Agung Manawa Ratna dijadwalkan berlangsung pada Redite Paing Dungulan, Minggu 14 Juni 2026, bertepatan dengan Tilem Sasih Sadha.

Upacara akan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba selaku Wiku Yajamana bersama sejumlah sulinggih lainnya. Rangkaian puncak karya juga akan diisi dengan prosesi peselang, pengubengan, dan pedanan yang diiringi kesenian wali seperti Topeng Wali, Wayang Lemah, Tari Rejang, dan Tari Baris Gede yang dipersembahkan oleh para pengayah serta Jero Bendesa Adat se-Kota Denpasar.

Adapun rangkaian yadnya telah dimulai sejak awal Mei 2026 melalui prosesi Matur Piuning, dilanjutkan Nuasen Karya, Melaspas Pelinggih, hingga berbagai tahapan penyucian lainnya. Setelah puncak karya, penganyaran akan berlangsung hingga 25 Juni 2026, dilanjutkan Upacara Nyineb pada 28 Juni dan Nyegara Gunung pada 29 Juni 2026.

Seluruh rangkaian karya akan ditutup dengan Upacara Bulan Pitung Dina yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026. Prosesi Tawur yang dilaksanakan Jumat lalu juga diakhiri dengan persembahyangan bersama, penandatanganan prasasti, serta penyerahan punia sebagai simbol dukungan dan kebersamaan dalam menyukseskan karya agung tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....