Turun Gunung, Ismoyo Soemarlan Nakhodai Bali Villa Association

  • 09 Jun 2026 20:12 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Kuta Utara - Dr. Drs. H. Ismoyo Soemarlan, M.Par., didapuk sebagai Ketua Bali Villa Association (BVA). Founder BVA itu kembali turun gunung dan menakhodai Bali Villa Association periode 2026-2031.

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si., di Kuta Utara, Selasa 9 Juni 2026. Hadir pada pengukuhan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya dan para ketua organisasi kepariwisataan.

Ketua Panitia Pengukuhan Pengurus BVA periode 2026-2031, Veronica Femi Andayani, S.H., M.H., CSA menyampaikan, pengukuhan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan organisasi. Pengukuhan ini disebut sebagai momentum penting untuk memperkuat kembali peran strategis BVA dalam pembangunan pariwisata Bali yang berkualitas, berkelanjutan dan berdaya saing global.

"BVA bukan organisasi baru. BVA telah menjadi bagian dalam perjalanan panjang pembangunan pariwisata Bali. BVA juga telah berkontribusi nyata sejak awal pertumbuhan villa di Pulau Dewata," ujar kepada wartawan usai prosesi pengukuhan perngurus BVA periode 2026-2031.

"Organisasi ini memiliki sejarah panjang dalam membangun komunikasi antara pelaku usaha, pemerintah dan masyarakat," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua BVA periode 2026-2031, Ismoyo Soemarlan membeberkan sederet tantangan bagi kepengurusan Bali Villa Association. Pertama, soal perizinan yang masih membingungkan bagi pengusaha villa.

"Perubahan dari pemerintah pusat dengan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) dan macam-macam, dengan perubahan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) ini memerlukan penyatuan visi dan misi dari Bali Villa Association untuk diinformasikan kepada anggota," bebernya.

"Dan kami siap untuk membantu villa-villa yang mengalami kesulitan atau kendala untuk menyelesaikan masalah perizinannya," lanjut Ismoyo.

Tantangan kedua, yakni persaingan bisnis villa yang semakin ketat. Menurut Ismoyo, perlu langkah konkrit untuk meminimalisasi dampak internal dan eksternal terhadap pelaku usaha villa di Pulau Seribu Pura.

"Eksternalnya, kita tidak tahu perang (Israel-Amerika Serikat dengan Iran) selesainya kapan. dan kondisi pariwisata di Bali ini sangat rentan. Jadi kita perlu sinergi, dan saya usulkan untuk membangkitkan kembali agenda Selasa Pariwisata," katanya.

"Kebetulan Pak Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali hadir di sini, dan disetujui untuk kembali mengadakan Selasa Pariwisata sebulan sekali, untuk menyikapi isu terkini yang ada di dunia pariwisata di Bali," imbuhnya.

Ketua BPD PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyampaikan satu pesan kepada BVA. Pesan itu soal menjamurnya kepemilikan villa di Bali oleh Warga Negara Asing (WNA).

Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 itu tidak memungkiri, pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat telat mengantisipasi tren tersebut. Terlebih saat ini Undang-Undang memungkinkan WNA memiliki usaha dan properti di Tanah Air.

"Sebenarnya saya sudah memprediksi pada saat kita menghadapi pandemi Covid-19. Kami harap teman-teman BVA bisa bangkit dan mengantisipasi itu, agar kita tidak menjadi tamu di rumah sendiri," ucap pria yang akrab disapa Cok Ace.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....