Unud Pamerkan Inovasi Wellness Berbasis Riset
- 10 Jun 2026 12:15 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Universitas Udayana melalui Inkubator Bisnis (Inbis) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memperkuat komitmennya dalam mendorong hilirisasi hasil riset dengan berpartisipasi pada Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 yang berlangsung di The Meru Sanur, Bali, pada 4–6 Juni 2026. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan inovasi berbasis sains kepada pasar nasional dan internasional sekaligus memperluas jejaring kerja sama industri.
Ketua Inkubator Bisnis LPPM Universitas Udayana, Dr. Ni Putu Sutramiani, S.Kom., M.T., mengatakan bahwa partisipasi dalam expo tersebut merupakan upaya nyata menjembatani hasil penelitian akademik dengan kebutuhan industri dan pasar global. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun ekosistem wellness yang berkelanjutan melalui inovasi yang dapat dimanfaatkan secara luas.
“Universitas Udayana memiliki tanggung jawab untuk menjadi motor penggerak ekosistem wellness di Bali. Melalui expo ini, kami ingin menunjukkan bahwa berbagai hasil riset civitas akademika tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah atau paten, tetapi telah berhasil dihilirisasi menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan siap bersaing di pasar,” ujarnya.
Dalam ajang tersebut, Inbis LPPM Unud menampilkan sejumlah produk wellness hasil binaan tenant yang menggabungkan kekayaan sumber daya lokal Bali dengan pendekatan sains modern. Produk yang dipamerkan meliputi skincare berbahan dasar rumput laut, produk berbahan madu, kosmetik, hingga minyak balur yang telah melalui proses penelitian dan pengembangan secara akademis.
Dr. Sutramiani menjelaskan bahwa keunggulan utama produk-produk tersebut terletak pada landasan ilmiah yang kuat melalui proses penelitian, pengujian, dan validasi akademik. “Produk-produk ini merepresentasikan identitas Universitas Udayana, yaitu harmonisasi antara kearifan lokal Bali dengan metodologi sains modern yang teruji,” ujarnya.
Keikutsertaan dalam BWB Expo 2026 juga diarahkan untuk mencapai tiga target strategis, yakni mempercepat komersialisasi hasil riset, melakukan validasi pasar global, serta memperkuat citra Universitas Udayana sebagai pusat inkubasi bisnis berbasis kekayaan intelektual. Melalui kegiatan ini, Unud membuka peluang kerja sama dalam bentuk lisensi paten, investasi, peningkatan kapasitas produksi tenant, hingga perluasan akses ke pasar internasional.
Selama penyelenggaraan expo, stan Inkubator Bisnis LPPM Unud mendapat perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, praktisi kesehatan, pelaku industri spa internasional, hingga distributor produk kesehatan dari berbagai negara. Antusiasme tersebut menghasilkan sejumlah peluang tindak lanjut berupa pertemuan dengan mitra strategis yang berpotensi berkembang menjadi kerja sama di bidang industri, pembiayaan, maupun pengembangan program inkubasi bisnis.
Selain memberikan manfaat bagi tenant, partisipasi dalam expo ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dan peneliti untuk memahami proses komersialisasi inovasi, strategi bisnis, serta dinamika industri wellness global. “Kami ingin membangun kesadaran bahwa hasil riset tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat,” tutup Dr. Sutramiani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....