Menkes Dukung Penguatan Layanan RS Unud

  • 07 Jun 2026 12:08 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Udayana terus memperkuat pengembangan Rumah Sakit Universitas Udayana (RS Unud) guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memperkuat fungsi rumah sakit pendidikan, serta mendukung pengembangan layanan kesehatan unggulan di Bali.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., didampingi Direktur RS Unud dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, pada Selasa, 2 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Universitas Udayana menyampaikan berbagai agenda strategis terkait pengembangan RS Unud, termasuk kebutuhan dukungan peralatan medis untuk penguatan layanan kateterisasi jantung (catlab), pembinaan tata kelola rumah sakit, serta pengembangan layanan jantung terpadu yang menjadi salah satu fokus pengembangan rumah sakit ke depan.

Rektor Universitas Udayana menyampaikan bahwa RS Unud memiliki posisi strategis sebagai fasilitas kesehatan yang berada di kawasan Bali Selatan dan berperan dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan regional maupun nasional. Karena itu, penguatan infrastruktur, peningkatan mutu layanan, serta pengembangan sumber daya menjadi bagian penting dalam transformasi rumah sakit yang terus dilakukan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur RS Unud memaparkan kondisi eksisting rumah sakit, capaian yang telah diraih, serta rencana pengembangan layanan dalam beberapa tahun mendatang. Paparan tersebut mencakup kebutuhan pengadaan peralatan medis baru, peningkatan sarana penunjang, hingga peluang dukungan pendanaan melalui berbagai skema hibah dan kerja sama.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyambut positif komitmen Universitas Udayana dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat penyiapan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten melalui rumah sakit pendidikan.

“RS Unud memiliki potensi yang sangat baik untuk terus berkembang. Kami mendorong agar RS Unud dapat berada di bawah pengampuan rumah sakit Kementerian Kesehatan sehingga penguatan tata kelola, pengembangan fasilitas, serta dukungan peralatan medis dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Dalam audiensi tersebut, Kementerian Kesehatan juga memberikan sejumlah arahan terkait penguatan tata kelola dan pengembangan layanan rumah sakit. Sementara itu, usulan pembiayaan melalui skema Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) yang diajukan RS Unud belum dapat diakomodasi karena daftar usulan PHLN Kementerian Kesehatan telah masuk dalam Green Book Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Selain membahas pengembangan rumah sakit, Menteri Kesehatan turut mengapresiasi perkembangan pelaksanaan program pengampuan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada Rumah Sakit Pendidikan Perguruan Tinggi Penyelenggara Utama (RSPPU) yang dijalankan Universitas Udayana. Apresiasi tersebut disampaikan setelah mendengarkan pemaparan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. I Gede Eka Wiratnaya, mengenai perkembangan program tersebut.

Sebagai tindak lanjut hasil audiensi, Direktur RS Unud, Prof. Dr. dr. A.A. Wiradewi Lestari, Sp.PK., Subsp. BDKT(K), Subsp. KV(K), bersama jajaran rumah sakit akan melakukan koordinasi teknis dengan Kementerian Kesehatan RI guna menindaklanjuti berbagai arahan dan peluang kolaborasi yang telah dibahas dalam pertemuan tersebut.

Melalui sinergi antara Universitas Udayana dan Kementerian Kesehatan, pengembangan RS Unud diharapkan dapat berjalan semakin optimal sehingga mampu memperkuat layanan kesehatan, meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap transformasi sistem kesehatan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....