Hari Keamanan Pangan Sedunia: Pasokan Pangan Domestik Perlu Dijaga
- 07 Jun 2026 18:03 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Berbagai upaya diperlukan untuk memastikan pasokan pangan domestik tetap terjaga agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Amerta Giri Lesung, I Kadek Agus Indrawan, mengatakan menjaga pasokan pangan dalam negeri tidak hanya dilakukan melalui peningkatan produksi pertanian. Menurutnya, perlindungan lahan pertanian, penguatan distribusi pangan, serta penyediaan cadangan pangan juga diperlukan untuk menghadapi berbagai kondisi, seperti gagal panen maupun bencana alam.
Agus menjelaskan, untuk menjamin pasokan pangan domestik, perlu dipastikan ketersediaan pangan yang cukup, aman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. "Untuk menjamin pasokan pangan domestik, kita harus memastikan ketersediaan pangan yang cukup, aman, terjangkau bagi seluruh masyarakat, serta berkelanjutan. Upayanya antara lain meningkatkan produksi pertanian melalui teknologi, benih unggul, dan irigasi yang baik, serta melindungi lahan pertanian agar tidak beralih fungsi secara masif," ujar Agus kepada RRI, Sabtu, 6 Juni 2026.
Selain itu, Agus menilai masyarakat juga perlu mulai mengurangi ketergantungan pada beras sebagai sumber pangan utama. Diversifikasi pangan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan dengan memanfaatkan berbagai sumber pangan lokal yang tersedia.
Ia menyebut, masyarakat dapat mulai memanfaatkan pangan lokal seperti jagung, singkong, ketela, maupun umbi-umbian lainnya sebagai alternatif sumber pangan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis komoditas pangan.
"Kita juga perlu mendorong diversifikasi pangan agar masyarakat tidak bergantung pada satu jenis komoditas. Selain beras, kita perlu mulai beradaptasi dengan sumber pangan lain seperti jagung, ketela, maupun umbi-umbian yang dapat diolah menjadi alternatif sumber pangan," katanya.
Menurut Agus, perubahan iklim dan alih fungsi lahan pertanian masih menjadi tantangan dalam menjaga pasokan pangan domestik di Indonesia. Cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi hasil produksi pertanian, sementara berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan berpotensi mengganggu ketersediaan pangan di masa mendatang.
Melalui momentum Hari Keamanan Pangan Sedunia, Agus berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menghargai pangan dan tidak menyia-nyiakan makanan. Menurutnya, menjaga ketersediaan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petani, tetapi juga seluruh elemen masyarakat melalui pola konsumsi yang bijak dan berkelanjutan.
"Setiap bahan pangan yang kita konsumsi merupakan hasil kerja keras petani. Karena itu, masyarakat perlu lebih menghargai pangan dengan tidak menyisakan atau membuang makanan secara berlebihan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....