Menteri Jumhur Tinjau Pengolahan Sampah Jadi Media Tanam

  • 03 Jun 2026 10:13 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Semarang – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, meninjau langsung praktik pengolahan sampah organik berbasis masyarakat di Kota Semarang yang berhasil mengubah sampah menjadi media tanam produktif melalui teknologi mikroba BIOWAS PROMIC. Inovasi ini dinilai sebagai contoh nyata penerapan ekonomi sirkular sekaligus solusi pengurangan sampah dari sumber yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya KLH/BPLH mempercepat pengelolaan sampah nasional melalui pendekatan berbasis masyarakat. Selain mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), model pengelolaan ini juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi dan manfaat lingkungan secara langsung bagi masyarakat.

"Sampah bukan lagi sekadar limbah, melainkan sumber daya. Apa yang kita lihat hari ini, mulai dari pemanfaatan BIOWAS PROMIC hingga kebun pangan organik, adalah bukti nyata ekonomi sirkular berjalan dengan baik di tingkat tapak. Pemerintah akan terus mendukung kelayakan fasilitas dan replikasi inovasi semacam ini di wilayah lain," tegas Menteri Jumhur.

Dari hasil penerapan teknologi BIOWAS PROMIC, masyarakat mampu menghasilkan Media Tanam Super, yaitu media tanam berbasis sampah organik yang dimanfaatkan untuk budidaya berbagai jenis sayur dan buah. Menteri Jumhur juga meninjau langsung kebun produktif yang berkembang melalui pemanfaatan produk hasil pengolahan sampah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, masyarakat mendeklarasikan komitmen untuk mengelola sampah secara mandiri sebagai bagian dari upaya membangun budaya pengurangan sampah dari sumber. Menteri Jumhur juga melakukan penanaman pohon bersama pemerintah daerah dan masyarakat sebagai wujud komitmen memperkuat daya dukung lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Menteri Jumhur turut menyerahkan bantuan alat pengolah sampah kepada Yayasan Peduli Lingkungan Penghijauan Melindungi Bumi Dari Polusi dan Bank Sampah "Tulus Resik Becik". Menteri Jumhur mengapresiasi inisiatif masyarakat Semarang yang mampu membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari solusi lingkungan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi warga.

"Ini bagian daripada ekonomi sirkular yang memang sedang dikembangkan oleh pemerintah pusat. Karena itu kami sangat berbahagia hadir di sini dan mendorong kegiatan seperti ini bisa diperluas di berbagai daerah," ujar Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur juga menegaskan optimisme pemerintah dalam mencapai target nasional pengelolaan sampah sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto. "Kita mendorong kegiatan seperti ini dan mudah-mudahan target dari Bapak Presiden buat tahun 2029 urusan sampah selesai," kata Menteri Jumhur.

KLH/BPLH meyakini bahwa keberhasilan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat di Semarang menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan sampah nasional tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur di hilir, tetapi juga pada perubahan perilaku dan inovasi di tingkat masyarakat. Model seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memperkuat ekonomi sirkular, mengurangi timbulan sampah, serta mewujudkan target pengelolaan sampah nasional secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....