Suhu Udara di Bali Dingin Jelang Puncak Kemarau

  • 02 Jun 2026 14:19 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Beberapa waktu belakangan, suhu udara di Bali saat malam hingga dini hari terasa lebih dingin dari biasanya. Berdasarkan pengamatan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III, suhu udara di Bali mencapai 20 derajat Celsius saat malam hari dengan rata – rata suhu udara dikisaran 19 derajat hingga 32 derajat Celsius. Kondisi ini diprakirakan akan berlangsung hingga Agustus 2026 saat puncak musim kemarau.

Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Agus Mahendra dikonfirmasi RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, fenomena ini terjadi akibat berbagai factor salah satunya wilayah Bali sedang memasuki musim kemarau dan akan mencapai puncaknya Agustus mendatang. Ia menjelaskan, kondisi ini juga diakibatkan karena gerak semu tahunan matahari dimana saat ini matahari seolah-olah berada di belahan bumi utara sehingga, pemanasan di belahan bumi selatan termasuk wilayah Bali berkurang.

Selain itu, saat musim kemarau tutupan awan lebih sedikit, sehingga pelepasan radiasi gelombang panjang oleh bumi berlangsung efektif dan cepat yang berakibat pada permukaan bumi mendingin lebih cepat. Agus Mahendra menyebut kondisi ini juga diakibatkan oleh pergerakan massa udara dingin dari Australia menuju Indonesia, yang mengakibatkan cuaca terasa lebih dingin terutama saat malam hari.

"Suhu udara di Bali terasa lebih dingin menjelang puncak musim kemarau Agustus 2026. Kondisi ini akibat pergerakan massa udara dingin dari Australia menuju Indonesia, yang mengakibatkan cuaca terasa lebih dingin saat malam hingga dini hari," ujar Agus Mahendra.

Agus Mahendra mengungkapkan, suhu udara dingin ini merata terjadi di seluruh wilayah Bali dan akan terasa lebih dingin di wilayah dataran tinggi. Pihaknya mengimbau, masyarakat menjaga kesehatan, termasuk waspada apabila melakukan kegiatan bahari karena dengan kondisi suhu udara saat ini berotensi terjadi gelombang tinggi hingga 2 meter atau lebih di perairan utara dan selatan Bali.

Pulau Dewata beberapa waktu belakangan ini merasakan fenomena suhu udara yang lebih dingin dari biasanya. BMKG menyebut fenomena cuaca berupa suhu udara yang cenderung dingin merupakan karakteristik di musim kemarau.

Suhu dingin ini merupakan fenomena yang berulang di setiap musim kemarau akibat gerak semu matahari serta berkurangnya lapisan awan saat musim kemarau. Masyarakat diimbau melindungi diri dengan menyiapkan pakaian hangat ketika suhu sudah mulai terasa dingin, terutama saat malam hingga dini hari.

Selain suhu dingin, BMKG juga memantau potensi kekeringan akibat minimnya curah hujan terutama di wilayah Bali bagian utara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....