Pemerintah dan Pelaku Usaha Didorong Perkuat Promosi Gastronomi Bali

  • 31 Mei 2026 19:59 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pengembangan gastronomi Bali dinilai masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lokal sekaligus memperkuat daya saing pariwisata daerah. Namun, upaya tersebut memerlukan dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan pemanfaatan teknologi digital.

Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali sekaligus Ketua Umum DPP Nawa Cita Pariwisata Indonesia, Dr. Gusti Kade Sutawa, kepada RRI.CO.ID, Jum’at, 29 Mei 2026, mengatakan pemerintah perlu memberikan keberpihakan terhadap pelestarian dan pengembangan kuliner lokal melalui berbagai kebijakan yang mendukung. Menurutnya, hotel, restoran, dan pelaku usaha pariwisata perlu terus menghadirkan makanan dan minuman khas Bali agar produk lokal tetap terjaga sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia mencontohkan penggunaan bahan baku lokal seperti salak, manggis, jeruk, beras, ketan, dan kelapa yang dapat mendukung perputaran ekonomi masyarakat Bali jika dimanfaatkan secara optimal dalam industri kuliner. "Yang pertama sosialisasi, yang kedua penguatan-penguatan dilakukan oleh pemerintah, tentu dengan aturan-aturan. Diwajibkanlah restoran, hotel untuk menjual gastronomi Bali atau kuliner-kuliner Bali," katanya.

Selain itu, Sutawa menilai wisata gastronomi dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Menurutnya, potensi tersebut dapat diperkuat melalui penyelenggaraan festival kuliner maupun festival gastronomi yang melibatkan berbagai daerah di Bali.

Ia menyebut setiap daerah memiliki kekhasan kuliner yang dapat dipromosikan kepada wisatawan melalui berbagai kegiatan dan event yang berkelanjutan. Sementara itu, tantangan yang dihadapi pelaku usaha kuliner saat ini adalah persaingan yang semakin ketat serta perubahan pola promosi di era digital.

Karena itu, pelaku usaha didorong untuk mampu beradaptasi dengan teknologi dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Menurut Sutawa, platform seperti TikTok, Instagram, dan Facebook kini menjadi sumber informasi utama wisatawan dalam mencari destinasi wisata maupun kuliner yang menarik untuk dikunjungi.

"Bagaimana para pemilik kuliner ini bisa mengadaptasi teknologi juga, bagaimana mempromosikannya di media sosial. Sekarang banyak orang tahu tempat wisata dan kuliner lokal dari TikTok, Instagram, maupun Facebook," ungkapnya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan pariwisata dapat bersama-sama mendukung pengembangan gastronomi Bali melalui peningkatan kualitas, variasi produk, serta promosi yang lebih luas. Dengan demikian, gastronomi Bali diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan mendukung pariwisata Bali yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....