Desa Wisata Dinilai Mampu Tekan Alih Fungsi Lahan di Bali

  • 29 Mei 2026 18:59 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Konsep desa wisata dinilai tidak hanya berdampak pada pariwisata dan ekonomi masyarakat, tetapi juga membantu menjaga lingkungan di Bali. Pengembangan pariwisata berbasis desa disebut mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal dibanding pembangunan berskala besar yang berpotensi mengubah fungsi lahan.

Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Bali, I Made Mendra Astawa kepada RRI.CO.ID mengatakan, keberadaan desa wisata dapat menjadi salah satu cara mengurangi eksploitasi penggunaan lahan di Bali. Menurutnya, konsep tersebut juga didukung kebijakan pemerintah dalam menjaga kawasan jalur hijau di Bali.

“Dengan adanya pariwisata ke desa, akan menjadi pemikiran bagaimana mengurangi eksploitasi terhadap penggunaan lahan-lahan yang dimiliki. Demikian juga didukung dengan program pemerintah provinsi Bali. Untuk beberapa lahan jalur hijau tidak bisa dimanfaatkan untuk fasilitas seperti kurang itu,” ujar I Made Mendra Astawa.

Mendra Astawa menambahkan, desa wisata pada dasarnya bukan membangun pariwisata baru di desa, melainkan mengembangkan potensi yang telah dimiliki masyarakat setempat. Menurutnya, konsep tersebut memungkinkan masyarakat menggerakkan ekonomi tanpa membutuhkan investasi besar.

“Desa wisata itu bukan ujuk-ujuk bikin pariwisata di desa, tetapi bangunlah apa yang ada di desa. Mengangkat kearifan lokal di desa, tentu ini perekonomian bisa jalan dan tidak membutuhkan investasi yang besar,” ujar I Made Mendra Astawa.

Pengembangan desa wisata di Bali diharapkan dapat terus diperkuat melalui pendampingan dan keterlibatan masyarakat agar manfaat ekonomi, budaya, dan lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....