Iduladha Momentum Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim

  • 29 Mei 2026 19:06 WIB
  •  Denpasar

Iduladha Momentum Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim

RRI.CO.ID, Denpasar - Hari Raya Iduladha menjadi momentum bagi umat Islam untuk meneladani nilai keikhlasan, kesabaran, dan ketaatan Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya kepada Allah SWT. Nilai-nilai tersebut dinilai penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Muhammad Taufik saat bertindak sebagai khotib Salat Iduladha 1447 Hijriah di Halaman LPP RRI Denpasar. Dalam khutbahnya, ia mengatakan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS memberikan pelajaran besar tentang bentuk pengabdian tulus kepada Allah SWT.

“Memaknai bagaimana ketaatan Ibrahim alaihis salam bersama keluarganya, kemudian bagi kita sebagai umat Rasulullah di zaman sekarang hendaknya kita meneladani bagaimana bentuk ketaatan beliau kepada Allah SWT,” ujar Ustadz Muhammad Taufik.

Ia menjelaskan, ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan melahirkan kesabaran dan keistiqamahan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Menurutnya, keikhlasan menjadi kunci agar ibadah diterima dan mendapat ridha Allah SWT di dunia maupun akhirat.

“Setiap ibadah seyogianya dilandasi dengan ikhlas. Karena Allah sangat murka ketika seseorang beribadah bukan karena Allah, tetapi karena makhluk,” jelasnya.

Selain keikhlasan, pengorbanan juga menjadi nilai penting dalam pelaksanaan Iduladha. Umat Islam diajak memahami bahwa setiap ibadah membutuhkan pengorbanan tenaga, waktu, pikiran, hingga materi sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.

Ustadz Muhammad Taufik juga mengingatkan umat Islam agar menjalankan ibadah sesuai kemampuan dan tetap berpedoman pada ajaran Rasulullah SAW. Menurutnya, nilai-nilai Iduladha dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan mencontoh akhlak Rasulullah dan para ulama penerus dakwah nabi.

Dalam menjalankan ibadah, umat Islam juga dihadapkan pada berbagai tantangan. Ia menyebut gangguan tersebut di antaranya berasal dari hawa nafsu, godaan syaitan, kecintaan berlebihan terhadap dunia, hingga pengaruh lingkungan sekitar.

“Hal ini mari kita berkaca kepada diri kita sendiri bagaimana mana yang lebih dominan itu harus kita hilangkan dalam diri kita. Sehingga kita ini murni ibadah kepada Allah SWT,” katanya.

Lebih lanjut, Ustadz Muhammad Taufik menegaskan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana membangun hubungan yang baik dengan sesama meski menghadapi berbagai perbedaan.

Ia menambahkan, akhlak dan sikap toleransi menjadi kunci berkembangnya dakwah Islam sejak masa Rasulullah SAW. Karena itu, umat Islam diharapkan mampu menjaga persaudaraan dan kedamaian di tengah masyarakat.

Ustadz Muhammad Taufik mengajak umat Islam mengambil hikmah dari kesabaran Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, serta keikhlasan keluarga beliau dalam menjalankan perintah Allah SWT. Nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....