PHDI Badung Ngayah Layani Umat untuk Pawiwahan Banten Inti

  • 26 Mei 2026 14:36 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung - Parisadha Hindu Dharma Indonesia – PHDI Kabupaten Badung mengedepankan Tattwa untuk meringankan beban umat Hindu yang akan melangsungkan pawiwahan atau perkawinan. Pawiwahan “Nganten Pragat Aji Banten” menjadi salah satu program yang diinisiasi PHDI Badung untuk memfasilitasi umat Hindu melangsungkan perkawinan dengan biaya ekonomis tanpa menghilangkan nilai kesucian dari perkawinan adat Hindu di Bali.

Sekretaris Parisadha Hindu Dharma Indonesia - PHDI Kabupaten Badung I Wayan Sukarya kepada RRI.CO.ID di Kantor PHDI Kabupaten Badung mengatakan, Pawiwahan “Nganten Pragat Aji Banten” yang mengedepankan upacara inti menunjukkan esensi upacara suci ini berakar dari Yadnya yakni rasa tulus ikhlas tanpa memaksakan biaya yang besar. Karena dengan banten inti yang meliputi sarana penyucian, pembersihan, matur piuning dan sesayut dengan mengutamakan Tattwa merupakan inti dari perkawinan adat Hindu yang sah dan sakral.

Wayan Sukarya menekankan, pawiwahan atau perkawinan adat Hindu diukur dari kesucian, keabsahan prosesi, dan sakralnya upacara, bukan dari biaya yang besar untuk memenuhi gengsi social. “Dengan semangat ngayah dan pelayanan kepada umat, PHDI Badung menginisiasi Pawiwahan Banten Inti “Nganten Pragat Aji Banten”. Pawiwahan berlandaskan Tattwa itu memfasilitasi umat Hindu melangsungkan perkawinan dengan biaya ekonomis tanpa menghilangkan nilai kesucian,” ujarnya.

Wayan Sukarya mengatakan, program “Nganten Pragat Aji Banten” yang diinisiasi PHDI Badung juga dilandasi semangat ngayah untuk meringankan beban finansial umat Hindu Bali yang memiliki keterbatasan ekonomi. Dengan biaya ekonomis umat Hindu sudah bisa melangsungkan perkawinan dengan nilai kesucian tetap terjaga.

Ia mengakui, program ini sempat menuai pro kontra, namun belakangan justru tidak sedikit umat Hindu yang mulai melangsungkan perkawinan dengan banten inti di PHDI Badung. “Pro kontra pasti ada ya namun hal itu tidak menyurutkan niat tulus kami untuk membantu umat yang menginginkan pawiwahan atau perkawinan dengan mengedepankan upacara inti. Hal ini yang membuat biayanya terjangkau. Dengan upacara inti biaya perkawinan tidak lebih dari Rp. 4,5 Juta,” tutur Wayan Sukarya,

Pawiwahan Banten Inti “Nganten Pragat Aji Banten” menjadi program PHDI Kabupaten Badung memfasilitasi umat Hindu melangsungkan perkawinan dengan biaya ekonomis. Umat yang akan melangsungkan perkawinan hanya dikenai biaya upacara inti sekitar Rp 4,5 Juta untuk sarana penyucian, pembersihan, matur piuning dan sesayut dengan mengutamakan tattwa atau filsafat. Umat tetap diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan untuk legalitas perkawinan sebelum melangsungkan pawiwahan di PHDI Badung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....