Malu Dong Community Ajak Semua Pihak Bergerak Atasi Darurat Sampah Bali

  • 25 Mei 2026 07:53 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung – Momentum ulang tahun ke-17 Malu Dong Community dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus aksi nyata dalam merespons persoalan darurat sampah di Bali. Bersama Aliansi BEM se-Bali Dewata Dwipa dan gerakan #SAYAAJABISA kegiatan beach clean up dan talkshow bertajuk “Bali Darurat Sampah: Lantas Gerak Apa yang Bisa Kita Lakukan? digelar di Pantai Kelan, Kecamatan Kuta, Badung, Sabtu, 23 Mei 2026.

Ketua Malu Dong Community, I Made Agus Jaya Wardana atau yang akrab disapa Degus mengatakan persoalan sampah di Bali saat ini tidak hanya terjadi di hilir, namun juga mulai dari hulu hingga sistem pengangkutan dan pengolahan akhir yang dinilai belum optimal. Ia menilai kondisi darurat sampah yang terjadi saat ini perlu menjadi perhatian bersama, terlebih rencana penutupan TPA Suwung pada Agustus 2026 mendatang akan menjadi tantangan besar apabila kesiapan sistem pengelolaan sampah belum maksimal.

"Yang mana hari ini kita bisa lihat bahwa sampah ini masih menjadi kondisi yang darurat, teman-teman. Bukan hanya pada hulu, tapi juga babak belur juga di hilir. Sehingga mulai ada penutupan-penutupan tempat pengelolaan, dan salah satunya TPA Suwung mau ditutup. Per Agustus 2026 mau ditutup. Dan apakah kita sudah siap dengan kondisi tersebut? Itu yang akan menjadi sebuah pertanyaan yang perlu kita diskusikan bersama di talkshow ini," ujarnya.

Degus menjelaskan, persoalan sampah di Bali tidak hanya berhenti pada kebiasaan masyarakat memilah sampah, tetapi juga berkaitan dengan proses pengangkutan hingga pengolahan akhir yang belum berjalan optimal. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang telah memilah sampah dari rumah, namun sampah tidak segera diangkut sehingga memicu persoalan baru. Selain itu, edukasi terkait pemilahan sampah juga dinilai belum merata.

Ia menambahkan, kondisi TPA Suwung yang telah mengalami overload menjadi bukti bahwa persoalan sampah di Bali membutuhkan pembenahan sistem secara menyeluruh. "Kita bisa melihat dari sekian hulu, pertengahan, sampai hilirnya belum ada keseriusan edukasi, penjadwalan, sampai dengan pengolahan. Ini adalah sebuah sistem yang memang sistem babak belur kita di Bali." Ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Malu Dong Community mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, swasta, komunitas, hingga generasi muda untuk bersama-sama mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan sampah di Bali. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kebijakan di antaranya Pengamat Kebijakan I Gusti Putu Artha, Akademisi dan Budayawan Sugi Lanus, Aktivis dan Musisi Gede Robi Navicula, Seniman Made Bayak, Kabid Pusdal LH Bali Nusra KLH BPLH Hendra, Kadis DLHK Kabupaten Badung Made Rai Warastuthi, perwakilan DLHK Kota Denpasar Kadek Mahendra, serta Kadis DKLH Provinsi Bali Dwi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....