Pemkab Badung Perkuat Ekonomi Lokal Hadapi Pelemahan Rupiah

  • 21 Mei 2026 12:58 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung - Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Badung. Kondisi harga kebutuhan pokok hingga saat ini masih relatif stabil meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas pangan tertentu.

Sekretaris Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung, I Made Wirya Santosa, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan harga pasar secara rutin melalui sistem informasi yang terhubung dengan Kementerian dan Bank Indonesia. Pemantauan dilakukan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

“Isu ini tidak ditanggapi dengan panik, tetapi menjadi isu sentral juga untuk kita lebih kreatif dan inovatif. Sampai saat ini harga-harga masih cenderung relatif stabil juga,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga hanya terjadi pada sejumlah komoditas seperti cabai dan bawang merah. Namun secara umum, dampak pelemahan rupiah terhadap pelaku UMKM dan pedagang kecil di Kabupaten Badung masih belum terlalu signifikan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Badung terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan potensi lokal. Potensi wilayah Badung Utara yang kaya sumber daya dinilai dapat dikombinasikan dengan geliat ekonomi internasional di wilayah Badung Selatan.

“Tagline kami di Badung itu dari dulu adalah pemberdayaan kearifan lokal menuju ke global. Ini menjadi momen yang baik juga untuk mengembangkan potensi daerah,” katanya.

Selain melakukan pemantauan harga harian, pemerintah daerah juga telah melakukan langkah antisipasi terhadap kebutuhan pangan sejak jauh hari. Salah satunya melalui pendataan kebutuhan komoditas seperti kedelai dan pemantauan stok pangan secara berkala.

I Made Wirya Santosa menambahkan, stabilitas ekonomi daerah tidak dapat dijaga sendiri oleh pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga ekonomi kerakyatan tetap kuat di tengah tantangan global.

“Kita harus berkolaborasi dan peran akademisi, masyarakat, serta pengusaha harus menjadi satu kepentingan untuk membuat formulasi penyelesaian isu-isu strategis seperti ini,” jelasnya.

Ia berharap ekonomi kerakyatan di Kabupaten Badung dapat terus berkembang dan menjadi penopang utama kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, sektor ekonomi kerakyatan memiliki potensi besar dan tidak kalah penting dibanding sektor pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....